Kecewa Edhy Terjerat Dugaan Suap, Prabowo: Saya Ambil Dia Dari Selokan
Instagram/prabowo
Nasional
Menteri Tersangka Korupsi

Kemarahan Menteri Pertahanan tersebut diungkap oleh adik Prabowo sendiri, Hashim Djojohadikusumo. Menurut Hashim, Prabowo sangat kecewa pada Edhy dan merasa dikhianati.

WowKeren - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut marah besar kala mengetahui Edhy Prabowo tersandung kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster. Edhy sendiri diketahui telah mengundurkan diri dari Partai Gerindra dan dari jabatannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan usai menjadi tersangka kasus dugaan suap.

Kemarahan Menteri Pertahanan tersebut diungkap oleh adik Prabowo sendiri, Hashim Djojohadikusumo. Menurut Hashim, Prabowo sangat kecewa pada Edhy dan merasa dikhianati.

"Ya Pak Prabowo sangat marah, sangat kecewa, merasa dikhianati dan terus terang saja dia bilang ke saya secara bahasa Inggris. Saya sama kakak saya selama enam puluhan tahunan lebih pakai bahasa Inggris," jelas Hashim dalam konferensi pers pada Jumat (4/12). "Dia (Prabowo) sangat kecewa dengan anak yang ia angkat dari selokan 25 tahun yang lalu."

Prabowo disebut tidak pernah menyangka Edhy akan terlibat dalam perbuatan tak terpuji tersebut. Edhy sendiri disebut telah dibina Prabowo sejak muda dan diberikan kepercayaan yang besar.


"Dia (Prabowo) bilang, 'I take him up from the gutter, and this is what he does to me' Saya ambil dia dari selokan dan inilah yang dia perbuat pada saya," ungkap Hashim. "Itu yang dikatakan Pak Prabowo."

Sementara itu, nama Hashim juga sempat terseret dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster yang menjerat Edhy. Pasalnya, perusahaan Hashim, PT Bima Sakti Mutiara, menjadi salah satu pihak yang mengajukan izin ekspor di KKP.

Menanggapi hal ini, Hashim membeberkan alasan perusahaan miliknya masuk ke bisnis lobster. "Saya sudah bergerak di bidang kelautan 34 tahun, 34 tahun, tahun 1986. Kami pertama kali ekspor mutiara tahun 1989. Kami sudah berurusan dengan yang namanya KKP beberapa dasawarsa," jelas Hashim.

Dengan kata lain, ia menegaskan bahwa perusahaannya sudah berkecimpung di sektor kelautan dan perikanan jauh sebelum Edhy ditunjuk menjadi Menteri KP. Adapun alasannya masuk ke bisnis lobster karena kondisi iklim usaha mutiara yang dalam kondisi sulit beberapa tahun lalu. Tujuannya, agar perusahaan tetap bisa bertahan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts