179 Siswa SMK di Jateng Positif COVID-19, Berawal Dari 8 Orang Batuk dan Anosmia
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Jawa Tengah terpaksa menghentikan uji coba pembelajaran tatap muka usai 179 orang siswanya positif terinfeksi COVID-19.

WowKeren - Sejumlah sekolah tengah menguji coba untuk menggelar pembelajaran tatap muka usai Mendikbud Nadiem Makarim memberikan izin pembukaan sekolah tatap muka tahun 2021. Salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Jawa Tengah.

Sayangnya, SMK tersebut akhirnya harus kembali ditutup lantaran 179 orang siswanya positif terinfeksi COVID-19. Kejadian ini bermula dari delapan orang siswa SMK mengalami batuk, demam serta anosmia (kehilangan penciuman).

Ketua DPRD Jateng Bambang Kisriyanto mengemukakan, mulanya ada SMK Negeri di Jawa Tengah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Sekolah tersebut merupakan sebuah sekolah asrama.

Tetapi, sebanyak delapan siswa kemudian mengalami gejala yang mengarah ke COVID-19. Mereka demam, batuk serta kehilangan indra penciuman (anosmia).

Akhirnya sebanyak 27 siswa kemudian menjalani tes swab. Hasilnya mereka dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.


"Hasilnya hari ini tambah 152 siswa yang positif COVID-19. Sehingga, total yang positif 179 orang," ujar Kisriyanto dilansir Kompas, Sabtu (5/12). "Yang sudah dinyatakan sembuh 5 orang, tinggal 174 siswa yang masih menjalani perawatan."

Akibatnya, uji coba pembelajaran tatap muka akhirnya ditunda sampai tertangani dengan baik. "Iya saya sudah mendapat laporan kalau SMK Negeri (Jateng) jadi klaster penyebaran COVID-19 karena banyak siswanya positif. Saya minta ditangani dengan baik sampai hasilnya negatif," tuturnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun berencana untuk menunda rencana sekolah tatap muka setelah munculnya ratusan siswa terinfeksi COVID-19. Tak hanya itu, ada pula empat guru SMP di Kabupaten Kudus yang meninggal dunia karena COVID-19.

"Kemungkinan besar (PTM Januari 2021) belum karena kalau kita melihat pertumbuhan di seluruh dunia seperti ini apalagi yang di Jawa aja tumbuhnya kaya gini lebih baik kita hati-hati," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (4/12).

Bagi sekolah yang tengah melakukan uji coba atau simulasi tatap muka akan dievaluasi secara ketat. Kemudian, coba pembelajaran tatap muka di Jateng juga ditutup selama dua hari.

"Begitu ada (yang terpapar) itu saya minta langsung tutup dan tidak ada lagi yang lain," katanya. "Memang anak-anak ini OTG semua tetapi kita tidak berani untuk kemudian kita meneruskan kalau nanti tidak ada evaluasinya."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts