Reaksi Susi Pudjiastuti Usai Kebijakannya Soal Benur Disebut Keliru Oleh Adik Prabowo
Instagram/susipudjiastuti115
Nasional

Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo sempat menyatakan bahwa larangan ekspor benih lobster di era Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti adalah kebijakan yang keliru.

WowKeren - Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengaku sempat meminta Edhy Prabowo untuk membuka izin ekspor benih lobster alias benur kala Edhy menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Menurut Hashim, pembukaan keran ekspor perlu dilakukan seluas-luasnya supaya tidak terjadi praktik monopoli dalam bisnis tersebut.

Hashim juga sempat menyatakan bahwa larangan ekspor benih lobster di era Menteri KP Susi Pudjiastuti adalah kebijakan yang keliru. Hashim menilai kebijakan era Susi tersebut justru merugikan nelayan dan pembudidaya.

"Menteri lama itu keliru, masa kita dilarang ekspor, dilarang budi daya," jelas Hashim dilansir Kontan, Sabtu (5/12). "Menurut saya, banyak orang Indonesia itu berpotensi superpower, produk kelautan kita yang besar, bukan Vietnam. Kebijakan menteri lama ini keliru."

Susi sendiri memberikan tanggapan terhadap pernyataan Hashim tersebut melalui cuitan di akun Twitter pribadinya. Pemilik maskapai penerbangan Susi Air tersebut menuliskan beberapa patah kata disertai dengan emoticon yang menunjukkan ekspresi terkejut.


Cuitan tersebut ditulis Susi untuk membalas sejumlah artikel berita tentang Hashim yang ia bagikan. "Susi keliru !!!!!!!!!!!" cuit Susi saat membagikan artikel detikcom bertajuk "Hashim Singgung Eks Menteri Susi Soal Larangan Ekspor Lobster", Jumat (4/12).

Tak hanya satu cuitan, Susi juga memberikan tanggapan serupa atas artikel berita Kompas bertajuk "Soal Ekspor Benur, Hashim Djojohadikusumo: Saya Bilang, Buka Saja, Ed, Buka sampai 100". "Susi Keliru !!!!! Hashim tidak keliru !!!!!!!" tulis Susi dengan menambahkan emoticon berkedip, Sabtu (5/12).

Reaksi Susi

Twitter/@susipudjiastuti

Sebagai informasi, sosok Hashim beberapa kali dikaitkan dengan polemik ekspor benih lobster. Pasalnya, PT Bima Sakti Mutiara milik Hashim merupakan salah satu perusahaan yang mengajukan izin ekspor ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Namun, Hashim menegaskan bahwa perusahaannya sudah berkecimpung di sektor kelautan dan perikanan jauh sebelum Edhy Prabowo ditunjuk menjadi Menteri KP. Sehingga Hashim keberatan jika perusahaannya selalu dikaitkan dengan polemik ekspor benih lobster.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts