Masih Ragu, Melanie Subono Ogah Jadi Angkatan Pertama yang Divaksin Corona
Instagram/melaniesubono
Selebriti
Seleb vs Corona

Melanie Subono tegas menolak jadi generasi pertama yang disuntik vaksin COVID-19. Ada banyak alasan yang membuat Melanie masih ragu dengan vaksin buatan Sinovac itu.

WowKeren - Di penghujung tahun 2020, akhirnya vaksin Covid-19 rampung dibuat. Vaksin yang selama ini ditunggu-tunggu diketahui telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12). Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan jika vaksin Covid-19 diberikan secara gratis ke masyarakat.

Namun, siapa sangka vaksin Covid-19 justru menimbulkan pro kontra di masyarakat. Salah satu artis Tanah Air, Melanie Subono justru menolak menjadi generasi pertama yang disuntik vaksin Covid-19. Bukan tanpa alasan, ia mengaku masih ragu dan tak ingin membahayakan tubuhnya sendiri.

"Gue pasti mau (vaksin), tapi nggak mau jadi generasi pertama," ucap Melanie Subono, dilansir Suara.com, Senin (21/12).

Karena tak ingin mengambil risiko, Melanie bahkan bersedia membayar denda jika diharuskan. Ia mengaku sudah menyiapkan uang dendanya.

"Gini, beberapa bulan lalu gue dengar ada isu dan wacana kalau orang nggak mau divaksin harus bayar Rp 5 juta, gue udah ngumpulin sih Rp 5 jutanya," ujarnya.

"Bukannya apa-apa, gue belajar sesederhana di sekolah, kayak minuman. Contohlah jamu yang nggak akan ada efek sampingnya. Itu aja bikin resepnya harus dites panjang sebelum akhirnya dikasih ke publik," tambahnya. "Itu minuman loh yang akan diinjeksi ke badan, negera lain nggak mau beli terus dilempar ke kita, mungkin bagus, mungkin nggak."


Melanie Subono mengatakan apa yang cocok dengan dirinya belum tentu cocok dengan orang lain. Begitu juga sebaliknya. Sebabnya, aktivis sosial sekaligus musisi ini masih ragu dan tak mau jadi kloter pertama yang disuntik vaksin.

Belum lagi, Melanie menilai jika vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia belum selesai uji. Saat ini, vaksin yang sudah masuk ke Indonesia masih diuji klinis.

"Tapi gue belum percaya sama vaksin yang belum selesai, ini penelitiannya aja belum selesai," tegas Melanie. "Nggak ada pandangan, karena secara ilmiah aja belum selesai. Gue akan baca dulu itu paper ilmiahnya baru mau vaksin."

Melanie juga mengatakan jika vaksin belum tentu bisa menyelesaikan masalah pandemi. Semua bergantung pada cara masyarakat menjaga diri.

"Pandemi selesai atau nggak selesai nggak ada urusan sama vaksin, masyarakat mau disiplin atau nggak," lanjutnya. "Gue orang kritis sama pemerintah ya, tapi kali ini masyarakat kita yang susah, soal pakai helm aja banyak yang nggak paham kenapa harus pakai helm."

Tak ingin memperkeruh keadaan, Melanie pun mengaku jika dirinya selama ini selalu mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan menjalankan protokol kesehatan jika berada di rumah.

"Gue nggak pernah keluar rumah kecuali untuk kerja. Sebelum kerja gue suntik imun booster, besoknya kerja, selesai kerja gue swab," jelas Melanie. "Gue nggak pernah yang iseng keluar rumah."

"Gue keluar cuman buat kerja. Gue kerja baru mulai bulan lalu, sebelumnya gue dari Maret sama sekali nggak keluar," tukasnya

(wk/lara)

You can share this post!

Related Posts