‘Relationship Goals’ Banget, Christian Sugiono Cerita Titi Kamal Hobi Minta Putus
Instagram/titi_kamall
Selebriti

Pasangan Christian Sugiono dan Titi Kamal selama ini selalu jadi cerminan relationship goals. Namun, siapa sangka jika sosok Titi kerap meminta putus pada Tian. Kenapa?

WowKeren - Rumah tangga Christian Sugiono dan Titi Kamal selama ini jauh dari gosip miring dan terlihat adem ayem. Bahkan, keduanya selalu menjadi pasangan idaman karena menjadi cerminan relationship goals.

Namun, siapa sangka jika hubungan mereka selama pacaran juga penuh drama dan terancam kandas. Hal ini dibeberkan oleh Christian. Ia menceritakan jika istrinya kerap meminta putus saat masih berpacaran.

Seperti diketahui, keduanya memang telah menjalin hubungan asmara selama 10 tahun sebelum menikah. Kini, mereka telah menjalani bahtera rumah tangga selama 11 tahun sejak mengucap janji sehidup dan semati pada 2009 lalu. Dengan begitu, keduanya telah bersama selama 21 tahun dan dikaruniai 2 orang anak.

Dalam kesempatan terbaru, Christian menceritakan istrinya kerap meminta agar hubungan mereka berakhir hingga lebih dari 100 kali. Bahkan saking banyaknya, pria yang akrab disapa dengan nama Tian ini sampai sudah tidak bisa mengingatnya lagi.


”Masalahnya Titi yang sering ngomong putus,” kata Christian Sugiono seperti dikutip dari kanal YouTube Titi dan Tian yang bertajuk “BUKA2AN DI MENJANGAN, TITI AJAK PUTUS 100x JAMAN PACARAN???” Senin (28/12). “Makanya gue enggak ingat.”

Bintang film “Sabrina” ini menjelaskan sosok Titi saat pacaran memang belum dewasa sehingga suka meminta putus. Beruntung, keduanya selalu menemukan jalan untuk berbaikan dan kembali satu sama lain.

”Karena dia dulu masih childish (kekanak-kanakan), apa-apa maunya yang ini, belum mature (dewasa),” ungkap Christian. “Apa-apa maunya gini, gitu, sedangkan kalau itu kan problem harus cari solusinya.”

Pria berusia 39 tahun ini lantas menggoda sang istri dan mengaku bosan saat Titi kerap meminta putus. Tapi ia akhirnya menyadari bahwa permintaan itu hanyalah gertakan saja dan tidak benar-benar dilakukan.

”Enggak tahan juga sih, bosan juga,” kata Tian. “Awal-awal ya okelah. Cuma lama-lama sudah kelihatan pattern-nya. Ah, ini paling cuma ngomong doing.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts