Bukan Menghilang, Jurnalis Ini Ungkap Dugaan Kondisi Terkini Jack Ma Usai Kritik Pemerintah Tiongkok
Reuters
Dunia

Jurnalis CNBC David Faber mengaku mengutip pernyataan dari sumber anonim soal Jack Ma yang bukannya menghilang tetapi memang sengaja menyembunyikan diri.

WowKeren - Konglomerat Tiongkok Jack Ma dikabarkan menghilang sejak akhir 2020 lalu. Kabar menghilangnya sang pendiri Alibaba berembus pasca Ma melontarkan kritikan pedas terhadap pemerintah Tiongkok.

Namun jurnalis CNBC David Faber meyakini kondisi yang terjadi tidak seburuk itu. Menurut Faber yang mendapat informasi dari sumber anonim, Ma bukannya menghilang tetapi memang sedang sengaja menghindari sorotan publik.

Dilansir dari KompasTekno, Faber kemudian mengaitkan "menghilangnya" Ma ini dengan situasi yang dialami bos Anbang Insurance pada 2018 lalu. "Dia tidak ditangkap. Ini bukan situasi seperti Chairman Wu," ujar Faber.

Sebagai informasi, Wu Xiaohui selaku pendiri dan petinggi Anbang Insurance dijebloskan selama 18 tahun ke penjara oleh Pengadilan Shanghai pada 2018 lalu. Wu terbukti melakukan penipuan dan penggelapan dana sampai USD12 miliar.


Lantas di manakah Jack Ma sebenarnya sekarang? Menurut Faber, Ma saat ini kemungkinan besar berada di Kota Hangzhou yang menjadi markas perusahaan tersebut.

Kekhawatiran publik soal menghilangnya Ma berawal dari tidak aktifnya sang konglomerat di media sosial sejak akhir Oktober 2020 lalu. Masa itu juga terakhir kalinya Ma tampak di muka publik.

Isu Ma menghilang makin santer berembus pasca sang bos Alibaba bahkan tidak hadir di final acara Africa's Business Heroes, sebuah acara realitas yang dibuat oleh dirinya sendiri. "Karena jadwalnya berbenturan, Bapak Ma tidak lagi menjadi juri dalam final Africa’s Business Heroes," tutur Alibaba menanggapi ketidakhadiran Ma.

Di sisi lain, Presiden Tiongkok Xi Jinping disebut-sebut kurang berkenan dengan kritikan Ma. Atas kritikan Ma, pemerintah Tiongkok memang memulai investasi terkait dugaan praktik antimonopoli yang dilakukan Alibaba Group Holding Ltd.

Tiongkok juga kemudian membentuk satgas khusus yang terpisah untuk mengawasi perusahaan afiliasi Alibaba, Ant Group. Dan atas ketatnya pengawasan Tiongkok, terutama dari segi regulasi bisnis fintech, saham Ant Group dilaporkan gagal melantai di bursa beberapa waktu lalu.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts