Boeing Buka Suara Soal Jatuhnya Sriwijaya Air: Kami Siap Mendukung
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Produsen pesawat Sriwijaya Air, Boeing akhirnya angkat berbicara mengenai tragedi jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan SJ182 di perairan Kepulauan Seribu.

WowKeren - Boeing selaku perusahaan produsen pesawat Sriwijaya Air memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak itu. Diketahui, pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya dilaporkan jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang kawasan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1).

Melalui keterangan resminya, Boeing menyatakan ikut berduka atas jatuhnya Sriwijaya Air. Boeing juga menyampaikan rasa simpati, khususnya bagi keluarga yang ditinggalkan.

”Kami mengetahui pemberitaan media dari Jakarta terkait penerbangan Sriwijaya Air SJ-182,” kata manajemen Boeing dalam situs resminya, Minggu (10/1). “Pikiran kami tertuju pada kru, penumpang, dan keluarga mereka.”

Boeing menyatakan masih terus memantau perkembangan terbaru mengenai proses evakuasi Sriwijaya Air. Mereka juga berjanji akan menghubungi keluarga korban dan siap memberikan dukungan. “Kami menghubungi pelanggan maskapai kami dan siap mendukung mereka selama masa sulit ini,” lanjut pernyataan itu.


Sebagai informasi, total ada 62 orang dalam pesawat Sriwijaya Air SJ182. Jumlah itu terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru. Penumpang dilaporkan terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

”Total penumpang 50 orang bersama 12 kru,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya dalam jumpa pers yang disiarkan via Zoom, Sabtu (9/1) malam. “Penumpang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.”

Sebelumnya, pesawat jenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC itu lepas landas pada pukul 14.36 WIB, Sabtu (9/1). Pesawat kemudian dilaporkan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

Data terakhir dari FlightRadar24 menunjukkan pesawat Sriwijaya itu kehilangan ketinggian hingga 10 ribu kaki hanya dalam waktu semenit. Pesawat sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki sebelum dalam hitungan detik ketinggian terus menurun menjadi 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terakhir terpantau di 250 kaki dan hilang kontak.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts