PPKM Jawa-Bali Diterapkan Mulai Hari Ini, Harga Masker dan Hand Sanitizer Bisa Meroket Lagi?
Nasional
PSBB Corona

Sebagai informasi, masker dan hand sanitizer sempat mengalami kelangkaan dan harganya meroket tak lama setelah kasus pertama COVID-19 diumumkan di Indonesia pada Maret 2020 lalu.

WowKeren - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali akan dimulai sejak Senin (11/1) hari ini demi menekan penularan virus corona (COVID-19). Lantas, apakah PPKM Jawa Bali ini akan kembali menaikkan harga masker dan hand sanitizer seperti pada saat pandemi corona pertama masuk di Maret 2020 lalu?

Sebagai informasi, masker dan hand sanitizer sempat mengalami kelangkaan tak lama setelah kasus pertama COVID-19 diumumkan di Indonesia. Bahkan ada salah satu penjual yang menjajakan maskernya di sebuah marketplace dengan mematok harga Rp 31 juta per 1 box masker isi 50 lembar.

Menurut peneliti dari CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, potensi kenaikan harga kebutuhan di sektor kesehatan memang ada. Namun, ia menyebut bahwa kemungkinan terjadinya sangat tipis.

"Sekarang supply untuk produk tersebut sudah mencukupi," ungkap Yusuf dilansir detikcom pada Senin. "Bahkan kalau kita perhatikan beberapa merk kebutuhan sehari-hari yang tadinya tidak memproduksi masker dan hand sanitizer sekarang malah memproduksinya, sehingga bisa dibeli dengan mudah oleh masyarakat."


Yusuf lantas menjelaskan bahwa harga sejumlah kebutuhan sehari-hari sempat naik di masa awal pandemi corona lantaran supply barang atau produk tersebut masih sedikit. Ditambah lagi ada panic buying serta penimbunan barang oleh beberapa oknum.

Meski demikian, harga pangan dinilainya masih terjaga selama tahun 2020. "Dilihat dari angka inflasi yang relatif rendah, adapun kenaikan di akhir tahun kemarin lebih disebabkan pada faktor cuaca," jelas Yusuf.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Ninasapti Triaswati, menyatakan bahwa penanganan pandemi corona adalah salah satu kunci untuk mengatasi ketidakpastian dan potensi pelemahan ekonomi nasional. Seperti kenaikan harga dan juga pelemahan daya beli di masa PPKM Jawa- Bali.

"Atasi masalah kesehatan untuk mengatasi COVID-19, termasuk penyediaan vaksin dan perluasan layanan kesehatan masyarakat," pungkas Ninasapti. "Jika masalah kesehatan bisa diatasi, maka peningkatan sektor transportasi, pariwisata, restoran, perdagangan akan mendorong perekonomian khususnya UMKM."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts