Batal Terbang, Ini Kisah Calon Penumpang yang Selamat Dari Tragedi Sriwijaya Air SJ182
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Osneti merupakan warga Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang merupakan calon penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang selamat dari tragedi yang terjadi pada Sabtu (9/1) kemarin.

WowKeren - Berawal dari perasaan kecewa kini berubah menjadi rasa syukur. Hal ini dialami oleh salah seorang calon penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 asal Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Osneti.

Osneti merupakan penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang batal terbang lantaran tidak memenuhi syarat dimana surat negatif COVID-19 yang sudah kadaluarsa. "Saya gagal untuk terbang bersama Sriwijaya SJ 182, karena tidak punya surat negatif COVID-19 yang terbaru," ujarnya, Minggu (10/1).

"Ketika itu saya memang kesal dan kecewa, tapi melihat kejadian yang terjadi ini, saya pun sangat bersyukur selamat dari peristiwa tersebut," lanjutnya. "Jika tidak, mungkin saya sudah tidak ada sekarang ini."

Tanpa adanya Osneti, jumlah penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang seharusnya 51 orang itu berkurang menjadi 50 orang penumpang. "Tujuan saya ke Pontianak kemarin itu, untuk menemui keluarga saya di sana. Tapi gagal," katanya.


Menurutnya, sebelum dilarang untuk ikut dalam penerbangan Sriwijaya Air SJ182 itu, Osneti sempat berpikir untuk melakukan tes swab lagi, sebagai pengganti suratnya yang kadaluarsa itu, agar bisa terbang ke Pontianak. "Saya sempat berpikir ikut tes swab lagi. Karena petugas bandara menyampaikan demikian, boleh naik ke pesawat asalkan di tes swab lagi. Nilainya itu Rp800.000, tapi hasilnya baru bisa keluar dua hari lagi," jelasnya.

Terkait keadaannya saat ini, Onesti menyebutkan bahwa dirinya hingga kini masih berada di Jakarta dan menumpang di rumah keluarganya. Sejauh ini belum ada rencana dirinya untuk kembali ke Padang Pariaman.

"Karena saya masih khawatir, meski tidak jadi naik pesawat dari Jakarta-Pontianak," paparnya. "Tapi saya masih harus naik pesawat lagi untuk kembali ke Padang. Mungkin saya akan pulang naik bus saja."

Sebelumnya telah diketahui, warga Indonesia dirundung duka usai jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 tujuan Pontianak di perairan Kepulauan Seribu Jakarta, pada Sabtu (9/1) lalu. Sebelum terjatuh, pesawat Sriwijaya Air SJ182 sempat hilang kontak pada pukul 14.40 siang.

"Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan call sign SJY 182, terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40," tutur Budi Karya dilansir siaran Kompas TV. "Untuk itu, kami turut prihatin atas kejadian ini."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts