Petinggi Sriwijaya Air Akhirnya Buka Suara, Klaim Pesawat SJ182 Dalam Kondisi Sehat
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Pesawat Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan mengalami kecelakaan di sekitar Pulau Seribu pada Sabtu (9/1) kemarin.

WowKeren - Indonesia sedang berduka. Diketahui sebuah pesawat komersil milik maskapai Sriwijaya Air dengan nomor SJ182 mengalami kecelakaan pada Sabtu (9/1) sore kemarin.

Penyebab insiden pun sampai kini masih terus diselidiki oleh pihak berwenang, mengingat black box dan puing-puing pesawat pun masih dalam pencarian. Namun salah satu yang sempat diisukan menjadi penyebab adalah kondisi armada yang diklaim sudah berusia puluhan tahun.

Sebelumnya Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono sudah menegaskan bahwa usia armada hingga puluhan tahun bukan masalah asal dirawat sesuai standar otoritas penerbangan. Dan hal serupa juga ditekankan oleh Direktur Utama PT Sriwijaya Air Jefferson Jauwena dalam pernyataan persnya Sabtu kemarin.

Jefferson menegaskan bahwa kondisi Boeing 737-500 dengan kode penerbangan SJ182 sehat sebelum mengudara. "Kondisi pesawat dalam keadaan sehat karena sebelumnya terbang ke Pontianak, (armada) PP dan Pangkalpinang," jelas Jefferson di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Jefferson pun menyebut kondisi maskapai semestinya tidak bermasalah. Sebab berdasarkan laporan tim maintenance, perawatan armada berjalan lancar.


Meski demikian, Jefferson tak menampik bahwa pesawat SJ182 kemarin sempat mengalami delay, dari semestinya berangkat pukul 13.25 WIB menjadi 14.14 WIB. Namun ditegaskan Jefferson delay terjadi akibat hujan deras sebelum boarding.

Pendiri Sriwijaya Air, Chandra Lie, juga ikut buka suara perihal insiden tersebut. Chandra mengungkap manajemen Sriwijaya Air saat ini sedang sangat terpukul o0leh musibah yang terjadi.

"Mohon dukungan dan doanya. Kami sangat sedih dan terpukul atas kejadian ini," kata Chandra, dilansir dari Kumparan, Senin (11/1).

Sampai saat ini tim gabungan terus berusaha mengevakuasi para korban jatuh Sriwijaya Air. Total pesawat rute Jakarta-Pontianak itu membawa 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 12 kru pesawat.

Informasi terbaru menyebut tim gabungan sudah menemukan dan menandai titik jatuhnya black box yang diharap bisa mengungkap tabir di balik insiden tersebut. "Terbukti dua sinyal yang dikeluarkan oleh black box bisa dipantau dan kita beri marking," jelas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Jakarta.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts