Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Usia Pesawat Kerap Jadi Sorotan
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Pengamat transportasi udara Alvin Lie turut buka suara terkait usia dan kondisi pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) yang hingga kini menjadi sorotan.

WowKeren - Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) lalu hingga saat ini jadi sorotan. Tak sedikit yang menyebutkan jika usia pesawat yang cukup tua (26 tahun) merupakan salah satu penyebab peristiwa nahas tersebut terjadi.

Menanggapi hal ini, pengamat transportasi udara Alvin Lie menilai usia pesawat tak ada korelasinya dengan keselamatan penerbangan sebuah pesawat. "Tapi usia pesawat tidak ada kaitannya dengan keselamatan. Tolong dicatat, tidak ada korelasi usia pesawat dengan keselamatan," kata Alvin, Minggu (10/1).

Alvin menyebut keselamatan terbang pesawat berkorelasi dengan kedisiplinan dalam perawatan pesawat. Menurutnya, jika pesawat tersebut dirawat secara disiplin, dilakukan pemeriksaan sertifikasi, maka pesawat usia berapa pun tetap memenuhi syarat untuk terbang.

"Pesawat itu mau usia 20, 30, mau 50 pun tetap memenuhi syarat," ujarnya. "Kalau tidak memenuhi syarat tentu tidak akan disertifikasi oleh otoritas setempat dan kalau tidak memenuhi syarat asuransi juga tidak mau meng-cover pesawat tersebut."


Lebih lanjut, ia mengatakan jika pesawat dengan usia tiga bulan bisa saja mengalami kecelakaan, dan pesawat yang usianya 50 tahun juga tetap layak untuk terbang. Menurut Alvin, usia pesawat berkorelasi dengan efisiensi, bukan dengan keselamatan.

"Karena desain lama mungkin desain sayapnya, desain strukturnya itu masih menggunakan teknologi puluhan tahun lalu sehingga drek pada sayap efisiensinya kurang, ujung-ujungnya juga bobot pesawat lebih berat karena bahannya menggunakan aluminium dulu, sekarang menggunakan komposit. Sehingga dengan drek yang lebih besar, berat pesawat yang lebih besar, efisiensinya menurun," jelasnya.

"Karena membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak," sambungnya. "Demikian juga desain mesin modern ini lebih hemat bahan bakar, lebih senyap, lebih ramah lingkungan. Tapi usia pesawat tidak ada kaitannya dengan keselamatan."

Sementara itu, Direktur Utama PT Sriwijaya Air Jefferson Jauwena telah menegaskan bahwa bahwa usia armada hingga puluhan tahun belum tentu menjadi penyebab peristiwa nahas ini. Jefferson menegaskan bahwa kondisi Boeing 737-500 dengan kode penerbangan SJ182 sehat sebelum mengudara. "Kondisi pesawat dalam keadaan sehat karena sebelumnya terbang ke Pontianak, (armada) PP dan Pangkalpinang," jelas Jefferson di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Jefferson pun menyebut kondisi maskapai semestinya tidak bermasalah. Sebab berdasarkan laporan tim maintenance, perawatan armada berjalan lancar.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts