Hari Pertama PPKM, Plt Walkot Surabaya Sidak Mal dan Restoran
Nasional
PSBB Corona

Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana Forkopimda Jawa Timur melakukan sidak ke sejumlah mal dan restoran pada hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (11/1).

WowKeren - Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana bersama Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, dan Pangkoarmada II melakukan sidak ke sejumlah mal pada hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (11/1). Sejumlah mal yang mereka kunjungi sejak pukul 20.00 WIB di antaranya Tunjungan Plaza, Galaxy Mal, dan BG Junction.

Setelah mengunjungi sejumlah lokasi, Whisnu menilai PPKM hari pertama sudah tertib. “Jam tutup semua sudah mematuhi. Pantauan kami, dari keputusan wali kota jam 8 malam semua harus klir, semua sudah bersih pas jam 8 malam,” ujarnya, Senin (11/1).

Adanya pemberlakuan PPKM selain mengatur jam operasional pusat perbelanjaan/mal juga mengatur kapasitas restoran hanya 25 persen dari kapasitas normal. “Pantauan kapasitas rumah makan memang sudah menerapkan, tapi masih ada yang bangkunya masih ada. Jadi kapasitas itu sesuai dengan bangkunya. Tidak ada lagi bangku disilang, harus dihilangkan,” jelasnya.

Whisnu bersama Forkopimda Jatim telah memberikan peringatan kepada pengelola restoran yang dia maksud. Dia berharap pada hari berikutnya di masa PPKM sampai 25 Januari mendatang bisa lebih baik lagi.


Secara keseluruhan dia menilai, penerapan PPKM di Surabaya pada hari pertama sudah kondusif. Dia berharap Surabaya mampu menerapkan PPKM dengan baik dan tidak perlu diperpanjang lagi. “Dan di Surabaya juga ada penurunan (kasus penyebaran COVID-19) yang signifikan,” paparnya.

Lebih lanjut, Pemkot Surabaya akan terus bekerja sama dengan Forkopimda Jatim. Dalam pekan ini Forkopimda Kota Surabaya dan Forkopimda Provinsi akan berkoordinasi soal tindak lanjut PPKM.

Menurutnya, Surabaya merupakan sentralnya Provinsi Jatim. Sehingga Pemkot Surabaya tidak bisa bekerja sendirian. Harus bekerja sama dengan kabupaten/kota di sekitarnya. “Kami sudah siapkan juga bersama teman TNI/Polri. Di batas2 kota akan ada check point. Bagi yang akan masuk, tapi bukan komuter, akan kami cek untuk melakukan swab,” tegasnya.

Sementara itu, untuk pemantauan ke lokasi-lokasi yang diatur dalam Instruksi Mendagri dan Perwali Surabaya tentang PPKM, terutama pusat perbelanjaan, mal, dan restoran, dia tegaskan akan dilakukan setiap hari. “Akan ada bantuan dari Pangkoarmada II dan juga Pak Pangdam V Brawijaya soal personel. Besok kami juga akan mengecek pasar tradisional mengenai penerapan protokol kesehatan,” pungkasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts