Berharap Segera Terlaksana, DPR Minta Kemenkes Sungguh-sungguh Dalam Sosialisasi Vaksin
Nasional
Vaksin COVID-19

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia akan terlaksana beberapa hari lagi. Mengenai hal ini, Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Kemenkes menyosialisasikan program vaksinasi dengan sungguh-sungguh.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 di Indonesia akan terlaksana beberapa hari lagi. Vaksin Sinovac pun telah mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) . Mengenai hal ini, Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyosialisasikan program vaksinasi dengan sungguh-sungguh.

"Kemenkes tetap lakukan sosialisasi sungguh-sungguh tentang program vaksinasi, mulai jenis-jenis vaksin, metode pelaksanaan seperti apa, kapan saja penyuntikan, termasuk EUA (Emergency Use Authorization) itu harus dilaporkan kepada masyarakat dan dampak yang akan mengiringi dari vaksinasi dalam bentuk KIPI," ungkap Saleh yang dikutip dari CNN, Senin (11/1).

Vaksin yang tersedia saat ini hanyalah jenis Sinovac, namun Saleh juga berharap BPOM tetap memberikan penjelasan rinci terhadap vaksin COVID-19 merek lainnya di hari mendatang. "Ini kan masih Sinovac, yang dibutuhkan banyak, perusahaan yang akan kerja sama banyak, BPOM harus melakukan pembuktian serius yang independen," tutur Ketua DPP PAN itu.

Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen juga turut membeberkan pendapatnya. Ia menyatakan langkah BPOM mengeluarkan EUA vaksin COVID-19 buatan Sinovac penting untuk proses vaksinasi di Indonesia.


Nabil juga berharap proses vaksinasi di Indonesia dapat segera dilakukan. Ia mengingatkan bahwa Indonesia sudah tertinggal dari sejumlah negara dalam pelaksanaan program vaksinasi COVID-19.

"Vaksinasi memang seharusnya secepat yang kita bisa. Beberapa negara lain sudah berlomba untuk mempercepat proses dengan cara masing-masing, sesuai prosedur kesehatan dan keamanan. Di Indonesia, sudah seharusnya vaksinasi disegerakan, apalagi sudah ada fatwa halal MUI dan EUA dari BPOM," tuturnya.

Di sisi lain, berdasarkan hasil analisa uji klinik fase III di Bandung, Jawa Barat, vaksin Sinovac dinyatakan tak memiliki efek samping buruk. Efek samping yang muncul dari vaksin bernama CoronaVac ini hanya masuk kategori ringan hingga sedang.

"Secara keseluruhan (uji klinik di Bandung) menunjukkan, vaksin COVID-19 CoronaVac aman," tutur Kepala BPOM Penny Lukito dilansir Kompas.com. "Dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang."

Efek samping ini merupakan efek samping lokal atau terjadi di area suntik vaksin. Efek samping yang bisa dirasakan para penerima vaksin Sinovac antara lain nyeri, iritasi, pembengkakan, nyeri otot, dan demam. "Frekuensi efek samping dengan derajat berat seperti sakit kepala, gangguan di kulit atau diare yang dilaporkan hanya sekitar 0,1 sampai dengan 1 persen," ungkapnya.

(wk/putr)

You can share this post!

Related Posts