Wapres AS Mike Pence Tolak Amandemen ke-25 untuk Lengserkan Trump
Dunia

Pence menyampaikan keputusan itu pada Ketua DPR Nancy Pelosi. Pence mengatakan bahwa lebih baik energi difokuskan untuk memastikan transisi pemerintahan yang tertib.

WowKeren - Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, menolak menggunakan Amandemen ke-25 untuk memberhentikan Presiden Donald Trump dari jabatan. Pence menyampaikan keputusan itu lewat sebuah surat yang ditujukan kepada Ketua DPR Nancy Pelosi pada Selasa (12/1). Pence menilai penerapan Amandemen 25 tidak tepat.

"Saya tidak yakin tindakan seperti itu merupakan jalan terbaik bagi Bangsa kita atau sesuai dengan Konstitusi kita," kata Pence dalam sebuah surat, sebagaimana dilansir dari Reuters.

Mike Pence mengatakan kepada Pelosi bahwa lebih baik energi difokuskan pada memastikan transisi pemerintahan yang tertib. Dia juga mengimbau untuk menghindari tindakan yang akan semakin memecah belah.

"Bekerja sama dengan kami untuk menurunkan tensi dan mempersatukan negara saat kami bersiap untuk melantik Presiden terpilih Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat berikutnya," lanjut Mike Pence.


Sebelumnya, DPR AS memberikan suara pada Selasa (12/1) malam terhadap resolusi untuk mendorong wapres Mike Pence mengajukan Amandemen ke-25. Kemudian Ketua DPR Nancy Pelosi akan memberi Pence waktu 24 jam untuk menanggapi.

Setelah itu, kata Pelosi, Demokrat akan bergerak untuk memproses pemakzulan Trump karena dianggap "menghasut pemberontakan" atas perannya dalam penyerbuan Capitol pada Rabu (6/1) yang dilakukan oleh massa pendukungnya.

Sementara itu, Trump dan Pence sendiri dilaporkan telah bertemu untuk pertama kali usai kerusuhan di gedung Kongres Capitol Hill. Mereka bertemu di Ruang Oval, Gedung Putih pada Senin (11/1) malam.

Trump sendiri meyakini bahwa Amandeman ke-25 tidak berpengaruh apa-apa di sisa masa jabatannya sebelum Biden dilantik pada 20 Januari. Trump memperingatkan Amandemen ke-25 justru akan kembali menghantui Biden dan pemerintahannya kelak. "Amandemen ke-25 tidak memengaruhi saya," kata Trump.

Sementara itu, sebelumnya massa pendukung Trump menggelar demonstrasi di depan gedung Capitol saat Kongres tengah melangsungkan penghitungan pemungutan suara elektoral pemilu pada 6 Januari lalu. Mereka menyerbu dan merusak gedung Kongres sebagai bentuk penolakan pengukuhan kemenangan Joe Biden di pilpres.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts