Sindir SBY ‘Bapak Mangkrak’ dan AHY ‘Orang Bodoh’, Guru Besar USU Tak Takut Dipolisikan
Instagram/agusyudhoyono
Nasional

Guru Besar USU, Yusuf Henuk mempersilahkan pihak yang ingin mempolisikan dirinya usai ia menyindir memberikan sindirian tajam terhadap Presiden RI Ke-6 SBY.

WowKeren - Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Yusuf Leonard Henuk mengaku tidak takut dipolisikan akibat sindiran tajamnya terhadap Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan, ia menantang SBY untuk melaporkan dirinya sendiri ke polisi setelah ia juga menyindir Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono AHY.

Yusuf sebelumnya menyebut SBY sebagai “Bapak Mangkrak Indonesia”. Ia juga menyindir putra SBY, AHY sebagai “orang bodoh”. Menyusul pernyataan sensasionalnya, ia mengaku siap jika SBY mau melaporkannya ke polisi melalui UU ITE.

”Jadi saya sudah Twit suruh SBY lapor. Dia rakyat biasa, kan? Dia tak punya hak untuk diwakilkan,” kata Yusuf Leonard Henuk seperti dilansir dariCNNIndonesia, Rabu (13/1). “Dia berani, enggak?”

”Silakan dia mau bawa ke UU ITE, saya enggak masalah. Pengadilan kan bukan berarti habis,” sambungnya. “Kita masih ada banding dan kasasi. Saya bertahan pada posisi saya sebagai pendidik. Saya punya sumber bacaan kuat.”

Kendati demikian, Yusuf meminta Partai Demokrat untuk tidak ikut campur terkait permasalahannya dengan SBY. Menurutnya, persoalan ini merupakan polemik pribadinya dengan SBY dan AHY.

”Saya dan SBY kan kapasitas kami berdua sebagai profesor, seharusnya dia tanggapi saya,” tegas Yusuf. “Kemudian kita klarifikasi salahnya di mana. Kalau misalnya dia enggak setuju saya bilang Bapak Mangkrak, oke. Kalau saya salah, saya minta maaf. Tapi kan sampai sekarang dia hilang.”


”Dan malah menyuruh Demokrat menghantam saya. Kemudian ingat USU sudah klarifikasi bahwa itu masalah pribadi,” sambungnya. “Berarti Demokrat harus tahu bahwa itu masalah pribadi. Saya enggak kaitkan Demokrat di dalam itu, kok. Kami dua aja (SBY). Sedangkan AHY saya punya referensi kan jelas.”

Yusuf menegaskan dirinya tak akan tinggal diam jika Demokrat benar-benar melaporkannya ke polisi. Ia menilai Demokrat hanya berani menggertak saja dengan menyebut dirinya sebagai “orang sakit jiwa” dan “profesor binatang”.

”Saya tahu mereka cuma gertak gertak. Saya juga siap, kok. Saya bukan bodoh,” ujar Yusuf. “Saya sudah pernah tersangka dan masuk penjara makanya saya tahu masalah ini. Divisi hukumnya bilang saya sakit jiwa. Lah, emang saya sakit jiwa?”

”Saya kan tidak sakit jiwa, saya masih sehat. Kemarin mereka bilang saya guru binatang. Saya sudah tanggapi ketua divisi hukumnya,” sambungnya. “Kenapa kamu bilang saya sakit jiwa? Kamu lapor, saya lapor juga to. Sudah kadung basah to, mau lari juga ke mana?"

Sebelumnya, Yusuf menyebut AHY bodoh terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu. Ia menyindir AHY yang menyalahkan pemerintah karena jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pontianak itu. Ia juga meminta SBY instropkesi setelah yang bersangkutan terkesan mengajari Presiden Joko Widodo.

Yth Ketua Umum @PDemokrat, @AgusYudhoyono, @ProfYLH terpaksa harus buktikan memang kau BODOH sekali,” cuit @ProfYLH di Twitter, Selasa (12/1). “Karena sepanjang sejarah jatuhnya pesawat di Indonesia, tak pernah ada "GOVERNMENT ERROR" penyebabnya, tapi "7 FAKTOR". Maaf kau bodoh turunan, belajar lagi AHY!.

Yth. @SBYudhoyono, tahu dirilah kau sudah mantan jadi jangan sok mengajari @jokowi soal pembangunan proyek strategis nasional, karena kau memang gagal & telah dijuluki: ‘Bapak Mangkrak Indonesia’,” cuit Yusuf, Sabtu (9/1). “Jadi tak pantas kau ajari @jokowi ‘ikan berenang’, karena pasti malu kalipun kau, paham!.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts