Media Asing Soroti 'Absennya' Wapres Saat Vaksinasi COVID-19 Pertama RI
Instagram/kyai_marufamin
Nasional
Vaksin COVID-19

Media dari luar negeri rupanya turut menyoroti pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pertama yang dilaksanakan Indonesia pada Rabu (13/1) kemarin. Presiden Jokowi sendiri merupakan orang pertama yang mendapatkan suntikan vaksin tersebut.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 perdananya pada Rabu (13/1) kemarin. Momen tersebut rupanya turut menjadi sorotan media dari luar negari.

Seperti media Tiongkok South China Morning Post (SCMP) menuliskan vaksinasi yang dimulai di Indonesia merupakan vaksinasi terbesar di Asia Tenggara. Jumlah penduduk yang akan divaksin sebanyak 181,5 juta orang.

Pada artikelnya yang berjudul "Jokowi menerima suntikan pertama saat Indonesia meluncurkan vaksin Sinovac Tiongkok". SCMP menulis, "Vaksin CoronaVac dari Tiongkok Sinovac Biotech, yang disahkan pada hari Senin, adalah suntikan pertama yang diluncurkan dalam upaya imunisasi besar-besaran, yang bertujuan untuk menginokulasi 181,5 juta orang, dua pertiga dari populasi Indonesia."

Media itu juga mengabarkan Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin dan disiarkan secara langsung di televisi. Menurut media tersebut, Indonesia akan diawasi sebagai kasus uji untuk vaksin Sinovac. Pasalnya, Indonesia menjadi negara pertama di luar Tiongkok yang melakukan vaksinasi massal menggunakan vaksin Sinovac.


Selain SCMP, ada pula media Inggris BBC yang turut menyoroti vaksinasi di Indonesia. Meski begitu BBC, juga turut menyorot soal vaksinasi yang menargetkan anak muda.

"Indonesia telah meluncurkan program vaksinasi COVID-19 gratis secara massal dalam upaya menghentikan penyebaran virus dan perekonomiannya kembali berjalan. Tetapi negara ini mengambil pendekatan yang sangat berbeda dengan negara lain," tulis BBC dalam artikelnya yang berjudul 'Virus Corona Indonesia: Program vaksinasi menargetkan orang muda'. "Alih-alih memvaksinasi lansia pada fase pertama, setelah pekerja garis depan, ini akan menargetkan pekerja muda berusia 18 hingga 59 tahun."

BBC juga turut menyinggung persoalan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang tidak mendapat suntikan vaksin lebih awal karena ia sudah terlalu tua. Mereka juga memuat penyataan Profesor Amin Soebandrio yang menyebutkan jika anak muda lebih diprioritaskan menjadi penerima vaksin karena mereka sering keluar rumah dan bertemu banyak orang. "Kami menargetkan mereka yang kemungkinan besar menyebarkan virus," kata Amin dikutip dari BBC.

Sementara itu, Jokowi menceritakan kesannya sebagai orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19 di Indonesia. Ia mengaku bahwa dirinya tidak merasakan apa-apa pada saat disuntik, namun merasa sedikit pegal setelah dua jam pasca disuntik.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts