Heboh Anak Polisikan Ibu Kandung di Demak Kini Berakhir Damai, Malah Dapat Beasiswa Sampai Umrah
Instagram/dedimulyadi71
SerbaSerbi

A (19), seorang mahasiswi asal Demak, melaporkan sang ibu ke polisi karena dugaan KDRT. Sempat gagal menempuh mediasi, kini A berkenan mencabut laporannya dan bahkan menerima sejumlah hadiah.

WowKeren - Kemelut yang terjadi antara A (19) dan S (36) akhirnya berakhir damai. Sebagai informasi, A melaporkan sang ibu ke Polres Demak dengan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga.

Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi bahkan sampai turun tangan untuk membantu mendamaikan A dan S. Upayanya yang sempat menemui jalan buntu lantaran A sama sekali enggan mencabut laporannya pun akhirnya berujung kabar bahagia pada Rabu (13/1) kemarin.

"Alhamdulillah, akhirnya mereka damai. Laporannya dicabut," ujar Dedi, dilansir dari Kompas, Kamis (14/1).

Tak hanya itu, Dedi bahkan menjanjikan sejumlah hadiah untuk A lantaran akhirnya berkenan mencabut laporan tersebut. Mulai dari A yang akan dianggap bak anak sendiri, sampai diberi beasiswa selama berkuliah di Universitas Pertamina.

"Selain itu, mereka (Agesti dan ibunya) agar bisa saling melepas rindu," tutur Dedi. "Akan diberangkatkan umrah kalau situasi sudah memperbolehkan."


Sebagai informasi, S, warga Demak, Jawa Tengah, terancam hukuman 5 tahun penjara setelah dilaporkan oleh anak kandungnya sendiri, A. Gadis berusia 19 tahun itu menuduh sang ibu sudah melakukan KDRT yang dipicu oleh aksi S melempar baju-baju A ke luar rumah.

Kasus ini sontak menyedot perhatian nasional karena upaya mediasi yang ditempuh pihak kepolisian dimentahkan oleh A. A bersikeras mengaku hanya ingin mendapatkan keadilan sekaligus supaya sang ibu bisa introspeksi diri.

"Saya hanya ingin mencari keadilan. Karena keadilan itu ada di hukum. Sehingga mudah-mudahan keadilan ini bisa saya dapatkan," ujar A dalam video klarifikasinya yang sempat beredar beberapa waktu lalu.

"Saya mahasiswa semester I dan punya dua adik. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran dan hikmah bagi kita semua. Khususnya kepada orangtua saya, yaitu ibu saya," imbuhnya. "Mudah-mudahan ibu saya yang melahirkan saya bisa introspeksi. Dan jangan malu meminta maaf karena menyebarkan berita bohong dan berita dusta."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts