Dinilai Kurang Efektif, Dokter di Australia Ramai Tolak Vaksinasi AstraZeneca
Dunia
Vaksin COVID-19

Sejumlah dokter di Australia menolak program vaksinasi menggunakan vaksin buatan AstraZeneca lantaran dinilai tak efektif menciptakan kekebalan. Penolakan ini menjadi tamparan keras bagi Australia.

WowKeren - Sejumlah dokter di Australia ramai-ramai menolak program penyuntikan vaksin virus corona menggunakan vaksin buatan AstraZeneca. Mereka menilai jika vaksin tersebut tak efektif menciptakan kekebalan.

Penolakan itu jadi tamparan keras bagi Australia. Sebab, vaksin AstraZeneca adalah bagian rencana inti vaksinasi massal melawan COVID-19 di Negeri Kanguru. Bahkan pemerintah Australia telah sudah membeli 53 juta dosis vaksin buatan perusahaan multinasional Inggris-Swedia tersebut.

"Pertanyaannya apakah itu akan menciptakan herd immunity?" ujar Presiden Masyarakat Imunologi Australia dan Selandia Baru Stephen Turner dilansir Reuters, Kamis (14/1). "Kami pemain lama di sini, kami tak tahu seberapa lama ini akan berlangsung."

Turner meminta Pemerintah Australia untuk tidak lagi memakai AstraZeneca sebagai bagian dari produk inti vaksinasi. Pasalnya, vaksin AstraZeneca dari laporan yang diterima tidak lebih manjur dari vaksin Pfizer dan Moderna.


Karenanya, Turnet mendorong agar Australia lebih menggunakan vaksin Moderna dan Pfizer dibanding AstraZeneca. Sayangnya, saat ini Australia hanya memiliki persediaan vaksin Pfizer sebanyak 10 juta dosis.

Terkait keraguan Turner ini, Kepala Petugas Medis Australia Paul Kelly memastikan jika AstraZeneca efektif, aman, dan berkualitas tinggi. "Keuntungan terbesar vaksin AstraZeneca adalah bisa dibuat di sini di Australia," ujarnya.

Baik AstraZeneca maupun Pfizer belum diberikan izin penggunaan darurat oleh otoritas medis Australia. Australia berencana memulai vaksinasi massal pada Februari mendatang.

Sebelumnya diketahui, Inggris telah menyetujui penggunaan vaksin AstraZeneca di tengah pandemi. Izin penggunaan vaksin dari AstraZeneca tersebut dikeluarkan setelah pemerintah Inggris menerima rekomendasi dari Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat (MHRA). "Mengizinkan vaksin COVID-19 Oxford University/AstraZeneca untuk digunakan," demikian kata juru bicara pemerintah Inggris dilansir dari CNN.

Bahkan Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaan vaksin tersebut. Vaksinasi massal di Negeri Ratu Elizabeth itu sendiri telah dimulai sejak 8 Desember 2020 lalu.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts