Ini Alasan Pesta Kerumunan Yang Dihadiri Raffi Ahmad Bakal Susah Kena Sanksi
Selebriti
Kontroversi Raffi Ahmad Usai Divaksin

Camat Kebayoran Baru angkat berbicara mengenai pesta yang dihadiri Raffi Ahmad di kawasannya. Ia mengaku pesta itu sulit ditindak dan dijatuhi sanksi karena alasan ini.

WowKeren - Raffi Ahmad dalam 24 jam terakhir memang telah menjadi topik perbincangan terpanas warganet. Hal ini disebabkan lantaran ia keluyuran dan menghadiri sebuah pesta setelah menerima vaksin virus corona bersama Presiden Joko Widodo pada Rabu (13/1).

Dalam foto yang beredar, suami Nagita Slavina itu terlihat menghadiri sebuah pesta yang diadakan oleh temannya di kawasan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam pesta itu, hadir pula sejumlah selebriti lainnya seperti Anya Geraldine dan Gading Marten.

Camat Kebayoran Baru, Tomy Fudyhartono lantas angkat bicara mengenai adanya pesta yang menimbulkan kerumunan di wilayahnya. Ia menjelaskan pesta tersebut sulit ditindak ataupun dijatuhi sanksi karena digelar di rumah tinggal.

”Ya dia kan bukan tempat usaha ya, dia rumah tinggal. Kalau rumah tinggal, kalau besoknya nggak ada, kan ya agak susah,” kata Tomy seperti dilansir dari Detik, Kamis (14/1). “Lagi pula rumah tinggal mau ditindak apanya?”


”Kalau tempat usaha mungkin tempat usahanya bisa kita tutup. Kalau rumah tinggal, kita kan belum ada aturannya untuk kegiatan yang seperti itu,” sambungnya. “Kalau tempat usaha bisa kita tindak karena melebihi kapasitas. Kalau tempat tinggal kita mau segel, apa yang mau disegel.”

Selain itu, hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan aturan yang mengatur tentang sanksi kerumunan di rumah tinggal. Hal itu membuat sanksi yang bisa diberikan kepada pihak-pihak yang menggelar acara dan menimbulkan kerumunan di rumahnya hanyalah berupa teguran saja.

”Sementara ini sih PSBB yang sekarang sanksinya hanya tempat usaha sama tempat-tempat umum. Kalau tempat pribadi kelihatannya belum diatur,” jelas Tomy. “Iya ditegur, dikasih tahu zamannya sekarang lagi PSBB, ikutilah, nggak usah kumpul-kumpul. Paling begitu.”

Lebih lanjut Tommy juga menjelaskan pihaknya tidak menerima pemberitahuan sebelumnya jika akan ada pesta di kawasannya. Peristiwa itu yang sudah berlalu juga membuat pihaknya kesulitan melakukan penindakan.

”Kalau kegiatannya sudah lewat, kita agak kesulitan,” papar Tomy. “Kedua, dia juga nggak laporan. Nggak mungkin dia laporan daerahnya kan rumahnya besar semua dan memang agak sepi jalannya, rumah besar.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts