Mengenang Alasan Mulia Syekh Ali Jaber Pilih Jadi WNI Dan Tebar Kebaikan Di Indonesia
Selebriti
Syekh Ali Jaber Meninggal

Tanah Air tengah berduka atas meninggalnya Syekh Ali Jaber. Terungkap, ini alasan mulia ulama karismatik itu memutuskan menjadi WNI dan menebar kebaikan di Indonesia.

WowKeren - Kabar meninggalnya Syekh Ali Jaber pada Kamis (14/1) pagi telah membuat masyarakat Indonesia berduka. Semasa hidup, Ali Jaber terkenal sebagai seorang ulama karismatik yang sanggup menarik hati masyarakat melalui ceramah-ceramahnya yang menentramkan hati.

Syekh Jaber Ali sendiri lahir di Madinah, Arab Saudi pada 3 Februari 1976. Ia kemudian memutuskan datang ke Indonesia pada tahun 2008 silam untuk mengunjungi kerabatnya.

Kunjungan itu tak disangka menumbuhkan rasa cintanya kepada Indonesia. Ia akhirnya memutuskan untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2012 silam. Usut punya usut, ia juga ternyata memiliki darah Indonesia karena kakeknya berasal dari Jawa Tengah.

”Sebenernya pertama kali saya ke Indonesia hanya kunjungan silaturahmi karena ada hubungan darah ke Indonesia,” ujar Ali Syekh Jaber dalam acara “Hitam Putih” yang diunggah di saluran YouTube Trans7, pada Juli 2016 silam. “Ternyata sejak saya di Indonesia ingin kenal keluarga, siapa saja keluarga saya. Ternyata saya menemukan kakek saya kelahiran bumi ayu, Jawa Tengah.”

”Bahkan salah satu juga saudara dari kakek saya adalah yang jadi korban tewas jajah Jepang,” sambungnya. “Menurut saya, saya Arab asli. Jadi Arab asli tapi darah saya tidak jauh dari Indonesia.”


Dalam beberapa kesempatan, Ali Jaber kerap menyampaikan kesiapannya untuk mati di Indonesia. Bahkan, ia juga ingin dimakamkan di Tanah Air karena sudah terlalu cinta.

”Dan saya sudah berkali-kali menyampaikan, saya siap mati di Indonesia, saya siap dimakamkan di Indonesia,” ungkap Syekh Ali Jaber seperti dilansir dari Tribunnews. “Dan saya tidak pernah takut soal mati karena sudah saya jatuh cinta Indonesia.”

Pendakwah yang wafat di usia 44 tahun itu juga selalu menyimpan niat mulia untuk berjuang demi kebaikan Indonesia. Hal ini telah dibuktikannya dengan selalu menjadi orang baik dan menebarkan ajaran-ajaran kasih dalam agama Islam di Tanah Air.

”Dan apa yang saya perjuangkan untuk Indonesia ini anugerah dari Allah untuk saya,” kata Ali Jaber. “Bukan saya punya kelebihan, hanya saya berusaha menjadi orang yang lebih baik, menjadi orang yang bermanfaat untuk masyarakat dan negara.”

Salah satu ajaran kebaikan yang ditunjukkan Ali Jaber adalah saat ia ditusuk orang tak dikenal pada September 2020. Kala itu, ia tengah berdakwah di Lampung. Aksi penusukan itu melukai tangannya.

Namun, Ali Jaber tetap berusaha menenangkan umat agar tak main hakim kepada penyerangnya. Bahkan, ia juga memaafkan dan memeluk pelaku yang telah melukainya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts