Makin ‘Meledak’, 10 Ribu Kasus Corona Di Jabar Ternyata Belum Diumumkan Ke Publik
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Penyebaran virus corona semakin tak terkendali, Gubernur Ridwan Kamil menyebut masih ada sekitar 10 ribu kasus COVID-19 yang belum diumumkan ke publik. Ini penjelasannya.

WowKeren - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memberikan pernyataan mengejutkan seputar penyebaran virus corona di wilayahnya. Ia menyebut setidaknya ada 10 ribu kasus COVID-19 di Jabar yang masih belum diumumkan pemerintah pusat ke publik.

Ridwan Kamil menjelaskan 10 ribu kasus itu masih mengantre di database pemerintah pusat. Meski demikian, ia tidak merinci lebih lanjut kasus mana saja yang masih berada di database.

”Kasus tinggi masih sama, itu masih ada 10 ribuan kasus yang sudah terlaporkan oleh laboratorium,” kata Ridwan Kamil di RSHS Kota Bandung seperti dilansir dari Kumparan, Kamis (14/1). “Tapi belum terumumkan saya gak ngerti apa dicicil atau sekaligus bikin heboh saya gak paham.”

”Tapi kenaikan itu masih antrean data dari lalu-lalu,” sambungnya. “Masih tidak real time saya akui itu masih ada dan saya terus sampaikan solusinya.”


Mantan Wali Kota Bandung itu menjelaskan pihaknya berusaha untuk mengatasi masalah antrean data itu bersama pemerintah pusat. Bahkan, ia juga telah menelepon langsung Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Dalam perbincangan itu, Ridwan Kamil juga membahas mengenai vaksinasi di Jabar. Ia meminta Menkes Budi memberikan data penerima vaksin COVID-19 di Jabar secara rinci kepadanya.

”Tadi malam saya sudah telepon Pak Menkes,” jelas Ridwan Kamil. “Menyampaikan dan beliau secara prinsip menyetujui dua hal disampaikan data penerima vaksin mohon share (dibagikan) ke daerah secara detail.”

”Jadi kalau sudah terdaftar, tidak datang, kami dengan mudah melacak ke alamat,” sambungnya. “Hal-hal itu supaya berhasil, kalau berhasil di daerah berhasil juga di pemerintah pusat. Jangan viral-viral sesuatu karena miskordinasi data.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts