Jepang Darurat Corona, Restoran Halal di Tokyo Kian Langka
Reuters
Dunia
Pandemi Virus Corona

Selama pandemi COVID-19 berlangsung di Jepang, bisnis restoran halal menjadi salah satu sektor yang terdampak hingga membuatnya gulung tikar. Ini merupakan tantangan besar untuk para WNI yang tinggal di Negeri Sakura tersebut.

WowKeren - Jepang kembali menerapkan status darurat usai melaporkan lonjakan kasus COVID-19 serta temuan varian baru virus corona. Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak dalam situasi tersebut pun buka suara membeberkan pengalamannya.

Adalah Faisal, WNI di Tokyo yang menceritakan situasi kota tersebut kala status darurat berlaku. Deretan rak-rak pada sebagian swalayan di Tokyo, banyak yang kosong. Selain itu antrean panjang juga mengular di bagian kasir.

Faisal sendiri harus cepat-cepat mengamankan barang kebutuhan yang masih tersisa di supermarket sebelum diambil oleh kostumer lainnya. Ia menjelaskan jika situasi serupa pernah dialaminya ketika pandemi corona menyerang Jepang pertama kali sejak 2020.

Akibat 'panic buying', semua swalayan di Tokyo bahkan menerapkan aturan maksimal pembelian bagi satu pembeli, sehingga kelangkaan barang kebutuhan bisa terhindari. "Orang-orang jadi panik untuk belanja banyak sebelum emergency state, tissue toilet, masker, popok bayi banyak yang out of stock, tapi tidak separah dulu sih ketika emergency state pertama, karena tiap toko sudah membatasi maksimum pembelian," ujarnya dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (15/1).


Faisal menjelaskan yang menjadi tantangan terberat ketika terjebak di negara lain kala pandemi COVID-19, adalah mencari makanan halal. Sebelum pandemi, Faisal memaparkan cukup banyak kedai yang menjual makanan berlabel halal sehingga tak perlu setiap hari memasak.

Namun, semenjak pandemi banyak restoran halal khususnya di Tokyo yang berangsur tutup permanen karena minim pembeli. Selama ini, sebagian besar konsumen resto halal tersebut merupakan turis atau warga asing yang tinggal di Jepang.

"Yang sedih selama pandemi ini juga, resto halal di Tokyo banyak yang tutup permanen karena tidak ada pembeli sementara harus tetap membayar sewa tempat yang mahal," tuturnya. Kelangkaan restoran halal dengan lebih rajin memasak makanan sendiri. Ia menghindari untuk mencari makanan di luar sebab makanan-makanan itu belum bisa dipastikan proses pembuatannya sudah sesuai ketentuan halal atau belum.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga telah memperluas penerapan keadaan darurat di tiga prefektur yakni Osaka, Kyoto, dan Hyogo untuk membendung penyebaran COVID-19. Pemerintah setempat bahkan telah menyiapkan aturan tentang perluasan daerah yang mengalami status darurat itu untuk diterapkan sejak Rabu (13/1).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts