Sempat Dikira Punah, Lebah Raksasa Ini Ternyata Ditemukan Hidup di Indonesia
Wikimedia Commons
SerbaSerbi

Wallace's Giant Bee (Melachile pluto), yang sudah dianggap punah sejak 1981 malah dilaporkan ditemukan di hutan tak terjamah di Maluku Utara. Begini selengkapnya.

WowKeren - Serangga (insecta) adalah kelompok hewan paling beraneka ragam di muka bumi. Karena itu bukan suatu hal yang aneh apabila banyak jenis serangga yang tak dikenali publik, bahkan ketika serangga itu begitu langka dan belakangan malah hanya ditemukan di Indonesia.

Adalah Wallace's Giant Bee (Megachile pluto), lebah raksasa yang diidentifikasi sebagai yang terbesar di muka bumi yang dimaksud. Hewan ini terakhir ditemukan pada 1981 silam, lalu setelahnya sama sekali tak lagi bisa dijumpai hingga dianggap punah.

Namun baru-baru ini jenis lebah tersebut malah ditemukan di Indonesia, tepatnya di salah satu wilayah tak terjamah di Maluku Utara. Temuan ini dikonfirmasi sejak Januari 2019 namun kembali menjadi pembicaraan beberapa waktu belakangan.

Tim pelestarian hewan liar menemukannya di alam liar, menghidupkan harapan bahwa spesies dengan ukuran rentang sayap hingga 2,5 inch ini masih bertahan hidup di tengah gempuran deforestasi. "(Serangga) ini luar biasa besar, ini sangat menyenangkan," tutur Ahli Biologi Universitas Sydney Australia, Simon Robson.


Clay Bolt, seorang fotografer yang ikut dalam ekspedisi tersebut, mengungkap kesulitan yang dihadapi. "Setidaknya saya sendiri harus 5 kali mencoba sebelum bisa menemukan lebah tersebut," papar Bolt, dilansir dari New York Times, Jumat (15/1).

Lebah raksasa itu pun akhirnya ditemukan setelah pencarian selama 5 hari di dalam sebuah hutan dengan kelembaban yang luar biasa tinggi. Pencarian berjalan lebih sulit lantaran lebah raksasa itu membuat sarangnya dengan menggali lubang bekas rayap di pohon.

Sejatinya, ketika pertama kali ditemukan oleh Alfred Russel Wallace tahun 1859 silam, lebah ini tidak terlalu menarik perhatiannya. Saat itu Wallace bahkan hanya mendeskripsikan lebah tersebut sebagai "serangga menyerupai lebah berukuran besar dengan rahang yang kokoh seperti kumbang". Untuk ukuran tubuh serangga jantan ini lebih panjang beberapa inch daripada yang betina.

Namun akhirnya lebah ini malah menjadi primadona di kalangan ahli biologi. Kebanyakan ahli masih penasaran seberapa kuat kemampuan serangga itu dalam menyengat karena biasanya mereka tidak bertahan diri menggunakan senjata tersebut.

"Kami sebenarnya tidak masalah mencoba disengat demi mengetahui kekuatannya," kata Robson. "Tetapi karena kami hanya menemukan seekor, kami memperlakukannya dengan sangat hati-hati."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts