Sudah Dipastikan Kolaborator FBI, Komnas HAM Ungkap Ada Laskar FPI yang Tertawa-Tawa Saat Bentrok
Nasional
Bentrok Polisi-FPI

Ahli psikologi forensik independen yang diajak bekerja sama oleh Komnas HAM, yang disebutkan juga pernah berkolaborasi dengan FBI, mengungkap suasana saat peristiwa penembakan tidak mencekam karena ini.

WowKeren - Komnas HAM diketahui telah membongkar fakta hasil investigasi yang dilakukan terhadap kasus penembakan 6 laskar FPI pengawal Habib Rizieq Syihab. Salah satu kesimpulan yang ditarik dari investigasi tersebut adalah tidak ada pelanggaran HAM berat yang terjadi dalam peristiwa Senin, 7 Desember 2020 dini hari tersebut.

Komnas HAM pun kali ini kembali membeberkan fakta baru soal insiden bentrok berdarah tersebut. Salah satunya soal adanya anggota laskar FPI yang tertawa-tawa saat terlibat bentrok dengan pihak kepolisian, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.

Fakta ini, jelas Taufan, didapat dari rekaman voice note laskar FPI. "Sebelum ada penembakan, ada suara yang itu kelihatan menikmati pergulatan itu, ketawa-ketawa," jelas Taufan dalam sebuah diskusi daring, Minggu (17/1).

Baru kemudian terjadi penembakan yang menyebabkan seorang laskar FPI menangis terkena terjangan timah panas. Rekaman voice note yang menjadi bagian investigasi itu berdurasi selama 20 menit dan juga diperdengarkan kepada ahli yang kompeten.


Dilansir dari Kompas TV, adalah ahli psikologi forensik independen yang sudah berpengalaman berkolaborasi alias bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) yang memberi pendapat atas rekaman voice note itu. Dan berdasarkan sang keterangan ahli, Komnas HAM menyimpulkan tak ada suasana psikologis yang mencekam saat kejadian penembakan tersebut.

"Voice note menampakkan bahasa-bahasa bahwa mereka memang mau melakukan," terang Taufan, dikutip pada Senin (18/1). "Kalau bahasa forensik psikologis istilahnya bertahan dan melawan, itu kesimpulan baseline-nya."

Eskalasi bentrokan, tutur Taufan, terjadi ketika mobil laskar FPI menunggu mobil yang ditumpangi polisi. Padahal saat itu mobil Rizieq, yang menjadi target operasi pembuntutan anggota Polda Metro Jaya, telah menjauh dari petugas.

Dari keterangan anggota laskar FPI yang diperiksa, rupanya mereka tak menyebutkan secara spesifik mengetahui jika polisi lah yang membuntuti. Namun ada keterangan yang menunjukkan kalau pihak laskar FPI ingin berhadapan dengan yang membuntuti.

Kemudian peristiwa itu berujung pada kejar-kejaran mobil antara polisi dan laskar FPI hingga berakhir saling serempet. Dan pada akhirnya bermuara pada kontak tembak yang akhirnya menewaskan keenam laskar FPI tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts