Longsor Sumedang 'Telan' Hampir 40 Nyawa, Pembagi Bansos Juga Jadi Korban Tewas Penusukan
Nasional

Basarnas kembali menemukan 2 jenazah pada Senin (18/1) sore di lokasi tanah longsor Sumedang, sehingga total korban tewasnya mencapai 38 orang. Ini penjelasannya.

WowKeren - Indonesia sedang dilanda duka dengan berbagai bencana alam yang terjadi selama lebih dari sepekan ke belakang. Termasuk di antaranya tanah longsor di Sumedang, Jawa Barat.

Skala dampak peristiwa ini pun tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab sampai Senin (18/1) sore, petugas evakuasi sudah menemukan hingga 38 korban meninggal akibat tertimbun longsor.

Tim SAR gabungan dilaporkan kembali menemukan dua jenazah anak di lokasi longsor pertama di Perumahan Pondok Daud, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang. Jenazah pertama ditemukan sekitar pukul 15.41 WIB, sedangkan jenazah kedua ditemukan pukul 15.56 WIB.

Dengan demikian, sampai kini total korban tewas dari longsor ini mencapai 38 orang, dihimpun hingga Senin pukul 19.00 WIB. "Total korban yang berhasil ditemukan hari ini seluruhnya 6 orang. Mereka kami temukan di Sektor II atau lokasi longsoran pertama," tutur Kepala Basarnas Bandung, Deden Ridwansah, dilansir dari Kompas.


Dengan temuan 38 korban tewas, maka masih ada 2 korban hilang dalam pencarian. Karena itulah operasi SAR hari terakhir akan dimaksimalkan sampai malam untuk menemukan 2 korban hilang.

"Untuk operasi SAR hari terakhir, atau hari ke-10 ini, akan kami maksimalkan hingga malam hari untuk pencarian sisa 2 korban hilang," kata Deden. "Malam ini kami maksimalkan pencarian sehingga seluruh korban dapat ditemukan."

Namun nyatanya tidak hanya tanah longsor itu sendiri yang menelan korban. Sebab, dilansir dari Viva, seorang pria yang merupakan relawan kemanusiaan yang bertugas membagikan bantuan sosial untuk para korban longsor dengan inisial KG (37) dilaporkan meninggal karena ditusuk.

KG yang berdomisili di Jalan Vila Bandung Indah, Kabupaten Bandung, ditikam sekelompok orang tak dikenal setelah membagikan bantuan pada Sabtu (16/1) kemarin. Kejadian kriminal ini pun telah dibenarkan oleh Polres Sumedang yang menjelaskan bahwa KG meninggal di rumah sakit.

"Kejadian terjadi di wilayah Cimanggung. Nyawa korban tak tertolong dan tewas di rumah sakit," tutur Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Yanto Slamet, Minggu (17/1). Saat ini pun Polres Sumedang tengah bekerja keras untuk menemukan pelaku kejahatan tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts