Ikut Takziah, Eko Patrio Merasa Kehilangan Saat Kenang Kebaikan Ibunda Denny Cagur
Instagram/ekopatriosuper
Selebriti

Eko Patrio turut merasakan kehilangan atas meninggalnya ibunda Denny Cagur, Eny Sumanti. Eko pun membeberkan kenangan sikap baik almarhumah semasa hidupnya.

WowKeren - Duka mendalam kini tengah dirasakan oleh Denny Cagur lantaran sang ibunda yang kerap disapa Mama Eny meninggal dunia pada Senin (18/1) malam. Rupanya perasaan sedih tersebut juga dirasakan oleh rekannya, Eko Patrio.

Eko mengaku bahwa ia cukup dekat dengan almarhumah. Hal itulah yang membuat anggota DPR fraksi PAN itu merasa kehilangan atas meninggalnya Eny Sumanti.

"Innalillahi wainailaihirojiun, turut berduka yang sedalam-dalamnya. Karena jujur ya saya tuh dekat sama Ibu Eny karena pernah bagian dari satu acara di tv tiap hari ketemu sama Ibu Eny ini," kata Eko Patrio seperti dilansir dari Detik.com saat ditemui di rumah duka, kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (19/1).

Saking dekatnya, Eko sampai dianggap sudah seperti anaknya Eny. "Jadi saya merasa jadi anaknya, pas dengar ini subuh saya sama teman-teman langsung datang. Sedih sekali rasanya," sambung Eko Patrio.


Selain itu, Eko menerangkan bahwa sosok almarhumah di masa hidupnya sangatlah ramah. Ia lantas menceritakan beberapa kenangan yang masih ia ingat soal kebaikan mendiang Eny.

"Karena kemaren katanya udah sehat dari RS tiba-tiba sekarang meninggalkan kita semua ya. Sekali lagi saya merasakan kehilangan dari sosok Ibu Eny mama Denny Cagur mertua Ibu Santi karena orangnya sumeh, mau bergaul dan nganggap saya anak dan sebagainya," papar Eko.

"Saya memanggilnya mama Eny, orangnya cerah, ceria, suka becanda sama kayak Denny Cagur, mau ngobrol mau nanya, itu mama Eny yang saya tahu. Kurang lebih 3 bulan di program acara yang artis sama mamanya ketemu hampir tiap hari, itu becanda terus," terang Eko. "Jadi mama Eny udah saya anggap orang tua sendiri. Sampai sekarang Denny udah saya anggap adek."

Kenangan lainnya adalah ketika Eko dipijit oleh Eny Sumanti. Sikapnya tersebut membuat Eko merasa kembali memiliki orangtua yang sangat mencintainya.

"Kadang saya dipijit-pijitin, kadang dibecandain, kadang di bawain makanan. Saya nggak pernah yang namanya melihat mama Eny sedih, murung yang saya tahu mama Eny selalu cerah ceria dan ketawanya yang buat saya terigat, lepas ketawanya," pungkasnya.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts