Ini Provinsi yang Miliki Tingkat Potensi Banjir Tinggi di Februari 2021
Nasional

Berdasarkan Peta Prakiraan Daerah Potensi Banjir Indonesia milik BMKG, ada sejumlah provinsi yang wilayahnya memiliki tingkat potensi banjir tinggi pada Februari 2021.

WowKeren - Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan di wilayah Indonesia terjadi pada Januari-Februari 2021. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk waspada terkait potensi bencana banjir.

"Sampai Maret masih ada potensi multirisiko, tapi untuk hidrometeorologi puncaknya pada Januari-Februari," ungkap Kepala BMKG Dwikorita dilansir detikcom pada Selasa (19/1). Sejak awal Januari 2021, sejumlah daerah dilaporkan memang telah mengalami banjir dan tanah longsor akibat peningkatan curah hujan.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan pun meminta masyarakat untuk mewaspadai peningkatan potensi bencana hidrometeorologi. "Januari-Februari memasuki puncak musim hujan. Karena itu, perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi," tutur Dodo.

Berdasarkan Peta Prakiraan Daerah Potensi Banjir Indonesia milik BMKG, ada sejumlah provinsi yang wilayahnya memiliki tingkat potensi banjir tinggi pada Februari 2021. Berikut daftarnya:


  1. Banten
  2. Jawa Barat
  3. Jawa Tengah
  4. Jawa Timur
  5. Sulawesi Tengah
  6. Sulawesi Selatan
  7. Sulawesi Tenggara
  8. Papua Barat
  9. Papua

Sebagai informasi, banjir akibat curah hujan tinggi atau gelombang tinggi laut telah terjadi di sejumlah kabupaten/kota pada awal tahun 2021. Salah satunya adalah wilayah Kudus, Jatim.

Menurut Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo, banjir di wilayah tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi dan hampir merata di sejumlah wilayah.

"Kejadian banjir hampir merata. Seperti di Kecamatan Mejobo, Kecamatan Jati, dan Kecamatan Kaliwungu," tutur Budi dilansir detikcom pada Selasa (19/1). "Kita saat ini masih melakukan monitoring terhadap dampak banjir ini."

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga sempat menyebutkan bahwa curah hujan tinggi menjadi penyebab banjir di hampir 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Jokowi diketahui telah meninjau lokasi banjir Kalsel pada Senin (18/1) kemarin.

"Curah hujan yang sangat tinggi hampir 10 hari berturut-turut sehingga daya tampung Sungai Barito yang biasanya menampung 230 juta meter kubik sekarang ini masuk air sebesar 2,1 miliar kubik air," terang Jokowi saat meninjau lokasi banjir. "Sehingga memang meluap di 10 kabupaten dan kota."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts