Hari Ini Kasus COVID-19 RI Naik Lagi dan Pecah Rekor Angka Kematian, PB IDI Ungkap Penyebab
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jawa Tengah secara mengejutkan melaporkan lebih dari 100 pasien meninggal akibat COVID-19 pada Selasa (19/1) hari ini. Kasus kematian COVID-19 secara nasional juga kembali memecahkan rekor.

WowKeren - Perkembangan wabah virus Corona di Indonesia benar-benar tidak boleh dipandang sebelah mata! Sebab setelah kemarin sempat mengalami penurunan drastis dari segi jumlah kasus positif menjadi di kisaran 9 ribuan, kini Indonesia kembali mengonfirmasi hingga 10.365 pasien positif COVID-19 pada Selasa (19/1).

Melansir data dari Kementerian Kesehatan, angka ini didapat usai memeriksa 70.634 spesimen yang berasal dari 43.471 orang. Dengan demikian, total kasus kumulatif COVID-19 Indonesia sejak awal Maret 2020 kemarin adalah 927.380 orang.

Sebanyak 146.842 atau 15,8 persen di antaranya merupakan kasus aktif. Belakangan tingginya rasio kasus aktif alias pasien-pasien COVID-19 yang memerlukan perawatan karena gejala klinis yang cenderung sedang-berat ini menjadi perhatian otoritas berwenang karena dikhawatirkan bisa membuat sistem kesehatan Indonesia semakin kolaps.

Hari Ini Kasus COVID-19 RI Naik Lagi dan Pecah Rekor Angka Kematian, PB IDI Ungkap Penyebab-1

covid19.go.id

Perihal kasus meninggal akibat infeksi virus Corona pun turut disorot lantaran hari ini Indonesia kembali memecahkan rekor. Sebanyak 308 kasus COVID-19 dikonfirmasi berakhir meninggal dunia, sehingga totalnya mencapai 26.590 orang.

Merujuk data Kemenkes, Jawa Tengah menjadi penyumbang terbesar dari segi kasus meninggal harian, yakni mencapai 104. Sebelumnya hampir tidak pernah ada provinsi yang mencatatkan kasus meninggal hingga di atas 100 per harinya.


Sayangnya angka kasus sembuh COVID-19 hari ini malah mengalami penurunan menjadi 8.013. Dengan demikian total 753.948 pasien COVID-19 berhasil sembuh.

Hari Ini Kasus COVID-19 RI Naik Lagi dan Pecah Rekor Angka Kematian, PB IDI Ungkap Penyebab-2

Twitter/BNPB_Indonesia

Tentu angka-angka ini memicu kekhawatiran tersendiri di beberapa kalangan, termasuk Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Ketua Satgas COVID-19 PB IDI, Zubairi Djoerban, pun membeberkan beberapa penyebab ledakan kasus positif yang beberapa waktu lalu bahkan mencapai hampir 15 ribu orang tersebut.

"Mulai dari pertama kali waktu itu ada demo cipta kerja, libur panjang kemudian ternyata pesantren juga sudah buka," jelas Zubairi dalam sebuah diskusi daring, dikutip dari Kompas. "Kemudian yang SMA ada uji coba, kemudian juga ada pertemuan-pertemuan untuk pernikahan dan yang lain."

Zubairi juga sangat menyoroti kurangnya kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia menilai masih banyak warga yang nekat keluar atau beraktivitas tanpa mengenakan masker.

"Jadi itu semua penyebab kenaikan," pungkasnya. "Tentunya amat memprihatinkan. Dan karena itu kita harus selalu protokol kesehatan mutlak harus dikerjakan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts