Kisah Warga Sekampung Lolos Dari Maut Gempa Majene: Karena Firasat
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
Gempa Majene Sulbar

Gempa besar di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat telah menewaskan puluhan orang. Dalam bencana itu, tersimpan kisah mengejutkan dari warga satu kampung yang selamat. Seperti apa?

WowKeren - Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat telah diguncang gempa bumi yang menewaskan lebih dari 80 orang. Di balik bencana gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter ini, tersimpan kisah mengharukan dari warga yang menjadi korban.

Kisah ini berasal dari warga Dusun Aholeang, Desa Mekatta, Kecamatan Malunda, Majene. Seluruh penduduk kampung tersebut dilaporkan selamat meski rumah mereka mengalami kerusakan parah hingga hancur.

Padahal, Dusun Aholeang sendiri sangat dekat dengan episentrum gempa. Salah seorang warga, Arni lantas menceritakan bagaimana kisah ajaib puluhan warga Aholeang dapat selamat dari gempa besar tersebut.

Arni menjelaskan penduduk Dusun Aholeang sudah berbondong-bondong meninggalkan rumah sejak Kamis (14/1) siang. Mereka pergi setelah gempa pertama berkekuatan 5,9 SR mengguncang Majene.

Rupanya, warga setempat telah memiliki firasat akan ada gempa yang lebih besar lagi. Karena itu, mereka semua memilih mengungsi ke tempat terbuka dan dataran tinggi.


”Alhamdulillah, ini pertolongan Allah SWT,” cerita Arni seperti dilansir dari Okezone, Selasa (20/1). “Ada firasat kalau akan ada gempa yang lebih besar.”

”Jadi, puluhan warga pilih mengungsi dulu, padahal kan itu terjadi pada siang hari,” sambungnya. “Saat gempa susulan berkekuatan 6,2 Skala Richter saat dinihari itu kami masih berada di tempat mengungsi.”

Arni mengatakan saat meninggalkan rumahnya untuk mengungsi, rumah-rumah masih belum rusak parah. Tapi setelah ia dan warga kembali ke perkampungan, sebagian besar rumah sudah rata dengan tanah dan bahkan jalan setapak sampai terbelah.

”Seluruh rumah kami dan harta benda tak bisa diselamatkan lagi,” ungkap Arni. “Padahal tadinya kami kembali ingin mengambil sebagian barang yang bisa diselamatkan namun melihat kampung sudah hancur kami memilih mengungsi keluar wilayah karena daerahnya masih rawan dengan gempa susulan.”

Hancurnya rumah mereka membuat warga Dusun Aholeang kini tinggal di sejumlah posko pengungsi, di wilayah Majene dan Polewali Mandar. Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar sendiri melaporkan korban jiwa gempa Majene berjumlah 11 orang.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts