Asisten Bocorkan Syekh Ali Jaber Kerap Bikin Malu Saking Baiknya
Instagram/awanpotret17
Selebriti
Syekh Ali Jaber Meninggal

Kepergian Syekh Ali Jaber untuk masih menyisakan kenangan yang mendalam bagi orang-orang terdekatnya. Termasuk sang asisten yang mengaku kerap dibuat malu oleh almarhum.

WowKeren - Kabar meninggalnya Syekh Ali Jaber pada Kamis (14/1) lalu masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat, khususnya orang-orang terdekatnya. Berbagai kenangan seputar ulama karismatik itu pun terus bermunculan dan diceritakan.

Salah satu kenangan berasal dari asistennya, Ustaz Iskandar. Ia menceritakan perjalanan hidup Syekh Ali Jaber selama dirinya bekerja dan mendampingi sejak tahun 2015 silam.

Menurutnya, almarhum Ali Jaber merupakan sosok pria yang sangat sederhana dan membantu orang lain. Walau kehidupannya sangat sibuk, Ali Jaber juga selalu memprioritaskan keluarganya, khususnya bermain bersama anak-anaknya.

”Sehari-hari Syekh Ali, pribadi yang sangat sederhana, hidup apa adanya,” kenang Iskandar di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang seperti dilansir dari Detik, Rabu (20/1). “Sederhana dan tentu dia sangat senang membantu orang lain.”


Iskandar juga mengagumi sosok Ali Jaber yang selalu mudah memaafkan dan menghargai orang lain. Dari situ, ia selalu belajar menerapkan teladan Ali Jaber meskipun yang bersangkutan tidak pernah mengajarkan dirinya apapun.

”Terus sabar dan beliau selalu sering kali melupakan kebaikan yang beliau lakukan,” kata Iskandar. “Jadi setiap ada kebaikan, beliau tak ingat lagi ada kebaikan yang beliau lakukan.”

Saking baiknya Syekh Ali Jaber, Iskandar mengaku kerap dibuat malu. Pasalnya, ia tidak pernah melihat almarhum marah terhadap kesalahan-kesalahannya. Kebaikan itulah terkadang membuat Iskandar kerap merasa malu dengan dirinya sendiri.

”Beliau sering membuat kita malu, kesalahan apa pun yang kita lakukan tidak pernah marah, itu yang membuat kita malu sendiri gitu,” ungkap Iskandar. “Jadi setiap ada kesalahan apapun, hal-hal kecil atau besar, beliau selalu membuat kita malu karena apa, beliau nggak marah. Kemudian beliau memberikan nasihat berupa hal-hal yang kitanya jadi malu sama Syekh Ali.”

”Yang paling saya ingat, beliau sangat menghargai orang lain bahkan di rumah pun beliau selalu melarang keluarga mempekerjakan pembantu di atas waktu istirahat jam 10 malam,” sambungnya. “Itu dilarang keluarganya panggil pembantu lagi. Kalau ada yang masih mau makan silahkan buat sendiri atau pesan online, tidak boleh mempekerjakan pembantu di atas jam 10 malam.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts