KNKT Ungkap Dugaan Masalah Sistem Autothrottle di Sriwijaya Air SJ-182
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Di sisi lain, tim gabungan telah resmi menutup operasi SAR Sriwijaya Air SJ182 pada Kamis (21/1) lalu. Upacara tabur bunga pun digelar pada Jumat (22/1) kemarin untuk mengenang para korban kecelakaan tersebut.

WowKeren - Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 lalu masih terus diinvestigasi. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) lantas tengah menyelidiki sistem autothrottle Sriwijaya Air yang berfungsi mengontrol tenaga mesin pesawat secara otomatis.

Menurut Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcayho Utomo, masalah sistem autothrottle Boeing 737-500 Sriwijaya Air sempat dilaporkan beberapa hari sebelum kecelakaan terjadi. Nurcahyo pun mengungkapkan percakapan pilot tentang kemungkinan masalah penerbangan baru akan terungkap saat cockpit voice recorder (CVR) ditemukan.

"Ada laporan kerusakan pada autothrottle beberapa hari sebelumnya kepada teknisi di log perawatan, tapi kami tidak tahu apa masalahnya," tutur Nurcahyo dilansir Reuters pada Sabtu (23/1). "Jika kami menemukan CVR, kami dapat mendengar diskusi antara pilot, apa yang mereka bicarakan, dan kami akan tahu apa masalahnya."

Meski demikian, Nurcahyo mengaku keterkaitan masalah sistem autothrottle dengan kecelakaan pesawat tersebut masih belum diketahui. Menurut Nurcahyo, pesawat masih boleh terbang dengan sistem autothrottle yang tak berfungsi.


"Pesawat boleh terbang dengan sistem autothrottle yang tidak berfungsi karena pilot dapat mengendalikannya secara manual," papar Nurcahyo.

Di sisi lain, tim gabungan telah resmi menutup operasi SAR Sriwijaya Air SJ182 pada Kamis (21/1) lalu. Upacara tabur bunga pun digelar pada Jumat (22/1) kemarin untuk mengenang para korban kecelakaan tersebut.

Sejumlah perwakilan keluarga korban menghadiri upacara tabur bunga tersebut dari atas KRI Semarang. Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena, juga menemani proses tersebut. Ia pun menyempatkan mengungkap dukacita mendalam kepada para keluarga yang ditinggalkan.

"Pertama-tama, kembali lagi kami ucapkan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang dialami oleh SJ182," kata Jefferson. Ia pun mengaku sangat terpukul, baik sebagai manajemen maupun secara pribadi, atas peristiwa nahas tersebut.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts