Kabar Gembira, Indonesia Pecah Rekor 9.912 Pasien Corona Sembuh Dalam Sehari
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Angka kesembuhan harian pada Sabtu (23/1) hari ini merupakan yang tertinggi sejak pandemi virus corona (COVID-19) masuk ke Tanah Air pada Maret 2020 lalu.

WowKeren - Ada kabar gembira terkait situasi pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan rekor angka kesembuhan corona pada Sabtu (23/1) hari ini.

Melansir situs covid19.go.id, Indonesia mencatat 9.912 pasien corona dinyatakan sembuh pada hari ini. Angka kesembuhan harian ini merupakan yang tertinggi sejak pandemi corona masuk ke Indonesia pada Maret 2020 lalu. Dengan demikian, total pasien COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh di Tanah Air kini telah mencapai 791.059 orang.

Meski demikian, penambahan kasus positif COVID-19 harian juga masih cukup tinggi. Indonesia melaporkan 12.191 kasus positif COVID-19 baru pada hari ini, sehingga jumlah kumulatif kasus corona di Tanah Air kini sudah mencapai 977.474 kasus.

Sementara itu, kasus kematian akibat COVID-19 bertambah sebanyak 211 kasus pada hari ini. Dengan demikian, total korban jiwa pandemi corona di Indonesia telah mencapai 27.664 orang.


Sebelumnya, Indonesia sempat memecahkan rekor dengan mencatat 346 kasus kematian akibat COVID-19 dalam sehari pada Kamis (21/1) lalu. Pada Kamis, provinsi yang menyumbang angka kematian tertinggi adalah Jawa Tengah dengan 101 kasus kematian.

Pemerintah Indonesia pun mengambil langkah untuk memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sebagian wilayah Jawa dan Bali untuk menekan angka penularan corona ini. Seharusnya, PPKM akan berakhir pada 25 Januari 2021 mendatang, namun diperpanjang dua pekan hingga 8 Februari 2021.

Keputusan untuk memperpanjang PPKM ini diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada Kamis lalu. Pemerintah mengevaluasi PPKM yang mulai berlaku sejak 11 Januari 2021 lalu. Evaluasi yang dimaksud merujuk pada beberapa indikator, seperti kasus mingguan yang meningkat, tingkat kematian juga naik, sedangkan angka kesembuhan di beberapa daerah malah menurun.

"Nanti Mendagri akan mengeluarkan instruksi dan diharapkan para gubernur dapat melakukan evaluasi terkait tingkat kematian di atas rata-rata nasional, positivity rate di atas nasional, dan bed occupancy rate di atas nasional," jelas Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto dilansir Tempo. "Ini yang akan menjadi parameter yang diminta untuk dievaluasi."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts