Kasus Aktif COVID-19 Jakarta Malah Melonjak 35 Persen, Bukti PSBB Ketat Gagal Kendalikan Wabah?
Nasional
PSBB Corona

Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti mengungkap tingkat kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota malah melonjak hingga 35 persen selama periode PSBB ketat 11-25 Januari 2021.

WowKeren - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat di wilayah DKI Jakarta pada rentang 11-25 Januari 2021 diharapkan mampu menjadi solusi pengendalian wabah COVID-19. Namun tampaknya hasil yang muncul tidak sesuai harapan.

Sebab berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota malah melonjak tajam pada periode PSBB ketat tersebut. Tak main-main, peningkatan tingkat kasus aktif ini mencapai 35 persen, dengan 17.946 pada Senin (11/1) dan meningkat menjadi 24.224 per Minggu (24/1) kemarin.

"Jumlah kasus aktif sebesar 24.224 ini melampaui titik tertinggi kasus aktif yang ada di Jakarta," ujar Kepala Dinkes DKI Jakarta, Widyastuti, dilansir dari Kompas pada Senin (25/1). "Sehingga, ini merupakan pesan kepada kita semua bahwa pandemi belum berakhir."

Widyastuti juga menyoroti perihal tempat tidur isolasi pasien COVID-19 yang saat ini hanya tersisa 14 persen. Atau setara 1.101 tempat tidur isolasi dari kapasitas awal sebanyak 8.055.


"Hal yang sama juga terjadi pada ICU (intensive care unit) kita," terang Widyastuti. "Di mana kapasitas ICU telah terisi sebesar 84 persen dari total 1.097 tempat tidur."

Karena itulah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berniat untuk menambah 1.941 tempat tidur isolasi dan ICU bgi pasien COVID-19. Targetnya ada 9.946 tempat tidur isolasi dan 1.362 tempat tidur ICU, demikian disampaikan Widyastuti dalam keterangan tertulisnya.

Di sisi lain, Indonesia secara umum juga menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali pada periode yang sama. Bahkan PPKM ini juga diperpanjang per Selasa (26/1) besok hingga 8 Februari 2021.

Tak hanya itu, Indonesia juga akan terus mempercepat realisasi vaksinasi COVID-19. Bahkan Presiden Joko Widodo sudah menegaskan vaksinasi ditarget selesai sebelum 2021, dibuktikan dengan sudah dipesankannya 426 juta dosis vaksin.

"Kita sudah memesan 426 juta dosis vaksin dari 4 perusahaan dan negara yang berbeda. Kita telah menyiapkan 30 ribu vaksinator, 10 ribu puskesmas, dan 3 ribu rumah sakit yang akan mendukung vaksinasi kepada kurang lebih 181,5 juta rakyat Indonesia," kata Jokowi ketika membuka sidang Majelis Pekerja Lengkap PGI, Senin (25/1).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts