UN Dihapus dan Asesmen Nasional Ditunda, Siswa TA 2020/2021 Lulus Dengan Apa?
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Mendikbud Nadiem Makarim memutuskan mengundur pelaksanaan Asesmen Nasional pengganti UN ke September-Oktober 2021. Lantas siswa kelas 6, 9, dan 12 lulus dengan apa?

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membuat gebrakan di eranya dengan menghapuskan Ujian Nasional. Sebagai penggantinya, Kemendikbud akan menggelar Asesmen Nasional yang menjadi komponen penentu kelulusan pengganti UN.

Hanya saja, pandemi COVID-19 membuat agenda Asesmen Nasional pun ditunda sampai September 2021. Lantas, alat ukur apa yang akan menentukan kelulusan siswa kelas 6, 9, dan 12?

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Paud Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri menjelaskan bahwa nantinya penentu kelulusan siswa tak lain adalah Ujian Akhir Sekolah (UAS). "Iya, (UAS penentu kelulusan siswa)," tegas Jumeri, Senin (25/1).

Perihal penggunaan nilai UAS sebagai penentu kelulusan siswa, diterangkan Jumeri sudah tercantum di UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam hal ini, sekolah bisa membuat soal secara mandiri dengan berdasarkan acuan kurikulum nasional maupun kurikulum darurat.


"Setiap sekolah menyelenggarakan ujian kelulusannya sendiri," terang Jumeri, dilansir dari Jawa Pos pada Selasa (26/1). "Dengan mengikuti kompetensi-kompetensi dasar yang sudah ada secara nasional."

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem sudah memastikan bahwa Asesmen Nasional akan diundur. Bila jadwal semula pada Maret hingga Agustus 2021, kini ditunda hingga September-Oktober karena mempertimbangkan situasi wabah COVID-19 di Indonesia.

"Kita perlu melakukan antisipasi pandemi yang relatif meningkat. Jadi Kemendikbud memutuskan untuk menunda pelaksanaan AN," ujar Nadiem yang hadir secara virtual di Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, Rabu (20/1). "Dengan target jadwal baru yaitu September dan Oktober 2021."

Nadiem berharap ditundanya pelaksanaan Asesmen Nasional ini bisa memberi waktu yang lebih agar sekolah mempersiapkan sarana dan protokol kesehatan pendukung. "Alasannya adalah untuk memastikan bahwa persiapan kita, baik dari protokol kesehatan dan kesiapan logistik dan infrastruktur itu optimal untuk memastikan protokol kesehatan terjaga dan keamanan siswa terjadi," pungkas sang "Mas Menteri".

Asesmen nasional adalah sistem penilaian baru pengganti UN yang akan dilakukan selama 2 hari dengan 3 jenis pengujian. Yakni Asesmen Kompetensi Minimum berupa tes literasi dan numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts