RI Jadi Negara ASEAN Pertama Dengan 1 Juta Kasus Corona, DPR Minta Ini ke Pemerintah
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara (ASEAN) yang mencatatkan total kasus COVID-19 mencapai 1 juta. Komisi IX DPR RI lantas menyoroti tingginya kasus penularan virus corona COVID-19 di Tanah Air.

WowKeren - Jumlah kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia telah menembus angka 1 juta pada Selasa (26/1) hari ini. Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara (ASEAN) yang mencatatkan total kasus COVID-19 mencapai 1 juta.

Komisi IX DPR RI lantas menyoroti tingginya kasus penularan virus corona COVID-19 di Tanah Air. Wakil Ketua Komisi IX, Melki Laka Lena, meminta pemerintah untuk fokus melakukan penanganan COVID-19 di aspek pencegahan. Terlebih peningkatan kasus positif ini diiringi dengan menipisnya kapasitas fasilitas kesehatan dan bertambahnya angka kematian.

"Trend penambahan angka penularan COVID yang menyentuh satu juta dengan trend angka penularan yang masih tinggi, transmisi lokal meningkat, kematian tinggi, keterisian tempat tidur ICU dan isolasi terus naik, dan tenaga kesehatan yang terpapar terus bertambah," tutur Melki dilansir Liputan6.com. "Menandakan konsentrasi utama kerja melawan COVID-19 harus pada aspek pencegahan."

Menurut Melki, penanganan COVID-19 pada aspek hulu perlu mendapat perhatian ekstra dengan program khusus dan dukungan anggaran yang memadai. Dengan demikian penanganan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.


Selain itu, Melki juga mendorong pembentukan Satgas COVID-19 hingga ke level paling bawah. Hal tersebut diperlukan agar upaya pencegahan COVID-19 dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Pencegahan dilakukan berbasis komunitas RT, RW, dusun kampung membuat semacam Satgas atau posko bersama berbagai pihak," jelas Melki. "Termasuk unsur tenaga kesehatan terdekat di puskesmas atau RS."

Oleh sebab itu, Melki mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemi corona. Hal tersebut akan membantu upaya program vaksinasi corona nasional untuk berjalan lebih efektif.

"Semua tingkatan bergandengan tangan dan gotong royong, pusat sampai daerah saat ini fokus ke pencegahan," pungkas Melki. "Semoga memperkuat upaya vaksinasi gratis dalam mengendalikan pandemi dan membentuk herd immunity 70 persen sesuai rencana Presiden Jokowi bisa terbentuk setahun ke depan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts