Krisis RI 'Gold Button' 1 Juta Kasus COVID-19, Bed Isolasi RS di DKI Menipis Sisa 16 Persen
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia menjadi negara ASEAN pertama yang mencatat 1 juta kasus positif COVID-19 per Selasa (26/1) kemarin. Di sisi lain, tingkat keterisian RS rujukan COVID-19 pun kian menipis.

WowKeren - Indonesia resmi menembus 1 juta kasus COVID-19 pada Selasa (26/1) kemarin. Namun hingga kini diketahui juga jumlah kasus COVID-19 harian belum surut, memicu tingginya tingkat keterisian ranjang isolasi di rumah sakit.

Tak main-main, berdasarkan data yang dibagikan Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) per 25 Januari 2021, sudah ada 7 provinsi di Indonesia dengan tingkat keterisian bed isolasi (BOR) mencapai di atas 70 persen. Yang terburuk adalah bed isolasi RS rujukan COVID-19 di DKI Jakarta yang mencapai 83,2 persen atau tersisa 16,2 persen.

Yang tertinggi selanjutnya adalah Banten, dengan tingkat keterisian BOR sampai 77,5 persen alias menyisakan 22,5 persen saja. Kemudian bed RS di DI Yogyakarta mencapai 77,3 persen atau menyisakan 22,3 persen.

Bed isolasi di Jawa Barat tercatat tersisa 28 persen, sedangkan di Bali tersisa 29,8 persen. Sedangkan Jawa Timur menyisakan 34 persen bed isolasi untuk pasien COVID-19, sementara Jawa Tengah tersisa 37,7 persen.


"Jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan RS terus meningkat pasca libur tahun baru," jelas Humas PB IDI, dr Halik Malik, Selasa (26/1). Dan krisis ini diperparah dengan capaian 1 juta kasus positif COVID-19 per Selasa kemarin, dengan 16 persen di antaranya merupakan pasien aktif yang memerlukan perawatan medis.

Karena itulah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah sigap menginstruksikan RS untuk menambah kapasitas ruang rawat inap pasien COVID-19 hingga 40 persen. Namun penambahan ini seolah tak ada artinya jika pasien-pasien positif terus bertambah, yang tentu pada akhirnya membebani tenaga serta fasilitas kesehatan.

"Semua daerah terus berupaya menambah jumlah ruang isolasi perawatan COVID-19," ungkap Halik, dikutip dari Kumparan, Rabu (27/1). "Namun keterisian ruang isolasi (BOR) RS untuk pasien COVID-19 masih terus meningkat, demikian juga dengan laju penambahan pasien COVID-19 berat yang butuh ICU."

Kendati demikian, penambahan kapasitas ruang rawat pasien COVID-19 bukan satu-satunya langkah Kemenkes dalam menanggulangi wabah. Menkes Budi sudah berjanji untuk bekerja ekstra keras mengurangi beban nakes dan faskes, salah satunya dengan menginstruksikan 3T (testing, tracing, dan treatment) secara masif.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts