Waspada! BMKG Peringatkan Gempa Dahsyat Ancam Guncang Jateng, Ini Sejarahnya
Nasional

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan potensi gempa dahsyat yang ancam guncang wilayah Jawa Tengah. Terungkap, peringatan berkaca pada sejarah.

WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan potensi gempa yang mengancam guncang wilayah Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. Peringatan ini rupanya juga berkaca pada sejarah masa lalu di Jawa.

BMKG menjelaskan Jawa Tengah merupakan daerah dengan potensi gempa bumi yang cukup tinggi. Tercatat, gempa besar hingga hingga magnitudo (M) 8.0 pernah terjadi di sisi Selatan sebanyak 3 kali. Tak hanya itu, ada juga 7 sesar aktif di daratan.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie menjelaskan secara historis gempa-gempa besar yang pernah mengguncang Pulau Jawa. Ia menyebut banyak gempa signifikan di atas M7.0 pernah terjadi di Selatan Jawa dan zona megathrust.

”Gempa besar dengan magnitudo antara 7,0 dan 7,9 yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa sudah terjadi sebanyak 8 kali,” jelas Setyoajie seperti dilansir dari Detik, Rabu (27/1). “Yaitu tahun 1903 (M7,9), 1921 (M7,5), 1937 (M7,2), 1981 (M7,0), 1994 (M7,6), 2006 (M7,8) dan 2009 (M7,3).”


”Sementara itu, gempa dahsyat dengan magnitudo 8,0 atau lebih besar yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa sudah terjadi 3 kali,” sambungnya. “Yaitu tahun 1780 (M8,5), 1859 (M8,5), dan 1943 (M8,1).”

Meski memberi peringatan, Setyoajie mengakui hingga sekarang masih belum ditemukan teknologi dan alat yang bisa mendeteksi gempa tektonik secara akurat. Karena itu, penting untuk selalu melakukan penelitian untuk memperkirakan terjadinya gempa besar dan memaparkan hasilnya kepada masyarakat agar selalu waspada.

”Namun demikian perlu kajian lebih lanjut terkait periode ulang gempa,” kata Setyoajie. “Secara seismotektonik daerah Jawa Tengah itu daerah aktif gempa walaupun karakteristiknya agak berbeda dibanding daerah lain. Bila kita berpatokan kepada peta BMKG ada 7 sesar aktif teridentifikasi melintang di daratan Jawa Tengah.”

”Jangan mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya,” sambungnya. “Check dan re-check info tersebut, kalau perlu tanyakan langsung ke BMKG, sebagai institusi resmi yang bertanggungjawab terkait informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami di Indonesia.”

BMKG melaporkan sudah ada 22 kali gempa bumi yang terjadi sepanjang Januari 2020 di Pulau Jawa. Dari jumlah tersebyt, dua kali gempa dirasakan getarannya. “14 Januari kemarin di Purwokerto dirasakan gempa, dipicunya karena apa masih kajian. Kalau lokasi episentrum ada di tenggara sesar Ajibarang,” pungkasnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts