Heboh Virus Nipah Bisa Jadi Pandemi Baru, Kemenkes Beri Peringatan Ini
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

Belum selesai pandemi COVID-19, masyarakat dunia digegerkan dengan virus nipah yang disebut bisa menjadi pandemi baru. Kemenkes pun langsung beri peringatan ini bagi warga RI.

WowKeren - Munculnya virus nipah telah menghebohkan dunia. Virus yang berasal dari kelelawar itu langsung memicu kekhawatiran ahli kesehatan dunia karena berpotensi menjadi pandemi baru selain COVID-19.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun ikut memberikan peringatan kepada masyarakat Indonesia. Kemenkes meminta masyarakat untuk terus waspada dengan kemunculan virus yang berasal dari Malaysia.

Dilansir dari CNNIndonesia, virus nipah berasal dari sebuah sungai di salah satu kampung Malaysia, Sungai Nipah. Virus ini cukup berbahaya karena telah mencatat tingkat kematian hingga 75 persen dan masih belum ditemukan vaksinnya.

”Indonesia harus selalu waspada terhadap potensi penularan virus nipah,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Didik Budijanto seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (27/1). “Virus nipah dari hewan ternak babi di Malaysia melalui kelelawar pemakan buah.”


”Karena dari beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya kelelawar buah bergerak secara teratur dari Semenanjung Malaysia ke Pulau Sumatera,” sambungnya. “Khususnya Sumatera Utara yang dekat dengan Malaysia.”

Walau begitu, Kemenkes menjelaskan Indonesia belum pernah melaporkan satu kasus virus nipah. “Sampai saat ini kejadian infeksi virus nipah belum pernah dilaporkan di Indonesia,” jelas Didik.

Padahal, virus tersebut sudah lama ada dan sempat melanda Malaysia pada 1999 silam. Kala itu, virus nipah menyebabkan kematian pada ternak babi dan manusia.

Kemenkes memberi peringatan mengenai penyebaran virus yang bisa saja menembus Indonesia. Karena itu, seluruh pihak khususnya pedagang hewan ternak harus selalu waspada. Virus nipah memang mudah menyebar dengan cepat melalui perdagangan hewan ternak.

”Sehingga ada kemungkinan penyebaran virus Nipah melalui kelelawar atau melalui perdagangan babi yang ilegal dari Malaysia ke Indonesia,” pesan Didik.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts