Tol Surabaya-Gempol Longsor, Teknik Sipil ITS Duga Karena Masalah Ini
Nasional

Dugaan ini disampaikan oleh Kepala Laboratorium Mekanika Tanah dan Batuan Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Yudhi Lastiasih.

WowKeren - Ruas tol Surabaya-Gempol, tepatnya di KM 06+200 jalur arah Waru, mengalami longsor. Kejadian ini menyebabkan kemacetan yang cukup panjang, bahkan sempat mencapai 6 kilometer.

"Yang utara sejak dari Perak. Yang arah ke barat relatif lancar. Yang barat ke timur sampai Tandes itu macet padat," ungkap Kanit PJR Jatim 2 Iptu Roni Faslah dilansir detikcom, Rabu (27/1). "Kami pantau sepanjang 6 kilo kemacetannya."

Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya lantas menduga longsor tersebut disebabkan oleh masalah drainase. "Kayaknya masalah air hujan yang mungkin tersumbat dan terkonsentrasi, tanahnya dapat tekanan berlebih, akhirnya longsor. Kemungkinan drainase," papar Kepala Laboratorium Mekanika Tanah dan Batuan Departemen Teknik Sipil ITS, Dr. Yudhi Lastiasih, dilansir Suara Surabaya.

Meski demikian, Yudhi menegaskan bahwa itu baru dugaan awal dan perlu dipastikan dengan melakukan penyelidikan di lapangan. Laboratorium Yudhi sendiri sejauh ini masih belum mendapat koordinasi dari Jasa Marga.


"Sampai detik ini kami belum mendapat koordinasi dari Jasa Marga," kata Yudhi. "Karena setahu saya, belum ada tim yang dibentuk terkait masalah longsor di tol di laboratorium kami."

Menurut Yudhi, sejumlah tim di Laboratorium Mekanika Tanah dan Batuan memang biasa menangani jalan tol, namun hal tersebut biasanya berdasarkan permintaan personal. "Misalnya, Jasa Marga kenal dengan salah satu pakar di sini, biasanya dihubungi secara personal. Baru setelah itu beliau akan bikin tim untuk melakukan penyelidikan dan sebagainya," tutur Yudhi.

Sementara itu, GM Representative Office 3 Jasa Marga Transjawa Tollroad, Hendri Taufik, penurunan dan retakan awalnya sudah ditemukan pada lajur satu di kilometer 06+200 pada Senin (25/1) dini hari. Pihak Jasa Marga lantas menutup lajur satu untuk menghindari penurunan dan retakan lebih lanjut.

"Namun, pada Selasa (26/1) pada saat proses perbaikan berjalan dengan cara penguatan tanah berupa penutupan mortar, terjadi penurunan tanah kembali sehingga perlu dilakukan penutupan pada lajur 1 dan 2 di lokasi tersebut," ungkap Hendri. "Saat ini sedang dilakukan penanganan pertama dengan pemasangan sandbag baik itu di tepi perkerasan dan di kaki longsor."

Hendri juga mengaku bahwa pihak Jasa Marga terus berkoordinasi dengan Tim Geoteknik ITS. Mereka dilibatkan untuk memantau kondisi longsoran.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts