Bikin Nyesek, Anak Kapten Afwan Mengira Ayahnya Masih Terbang Jadi Pilot Sriwijaya Air
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Jenazah pilot Sriwijaya Air SJ182, Kapten Afwan telah dimakamkan. Dalam momen ini, tersimpan kisah menyedihkan putrinya yang mengira sang ayah masih terbang sebagai pilot.

WowKeren - Jenazah pilot Sriwijaya Air SJ182 Kapten Afwan telah diserahkan ke pihak keluarga pada Sabtu (30/1) begitu berhasil diidentifikasi. Jenazah Kapten Afwan kini sudah dimakamkan di TPU Pondok Rajeg di hari yang sama.

Dalam momen penyerahan jenazah ini, tersimpan kisah memilukan dari keluarga almarhum Kapten Afwan. Kedua putri Kapten Afwan ternyata masih menantikan kepulangan sang ayah yang dikira masih terbang sebagai pilot.

Mereka mengira ayahnya masih bekerja sebagai pilot. Keduanya belum mengetahui kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 menewaskan sang ayah sampai akhirnya melihat peti jenazah Kapten Afwan diantar ke rumah.

”Dua putri ini masih berharap apih-nya (ayahnya) pulang,” ujar tetangga Kapten Afwan, Syaeful di Bumi Cibinong Endah seperti dilansir dari Detik, Sabtu (30/1). “Karena disangka kan masih terbang.”

Syaeful turut memberikan sambutan dengan menggunakan mikropon sebelum jenazah Kapten Afwan dibawa masuk ke rumah duka. Penyerahan jenazah ini dihadiri oleh Dirut Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena, kakak sepupu Kapten Afwan bernama Safzan Badar, serta kolega Kapten Afwan yang merupakan para pilot berseragam lengkap.


Setelah tiba, jenazah Kapten Afwan memang disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka selama 1 jam. Alasan jenazah tidak langsung dikubur demi memberi kesempatan bagi keluarga yang ditinggalkan, termasuk anak-anak almarhum dalam melepas ayahnya.

”Kenapa disemayamkan di rumah kurang lebih satu jam, itu adalah memberi kesempatan untuk kedua anak putrinya,” jelas Syaeful. “Jadi diberikan kesempatan kurang 1 jam ini akan disemayamkan.”

Sebagai informasi, Kapten Afwan meninggalkan 3 putri dan 1 istri. Ia telah bekerja sebagai pilot Sriwijaya Air lebih dari 6 tahun sejak 2014 silam. Hal ini diungkapkan langsung oleh Dirut Sriwijaya Air yang ikut memberikan ungkapan duka cita di rumah Kapten Afwan.

”Kapten Afwan lahir di Jakarta 26 Februari 1966. Almarhum adalah putra kebanggaan dari bapak Zamzami Amin dan ibu Rosmanilah. Almarhum merupakan anak keempat dari 5 bersaudara, suami tercinta dari ibu Rosmawati dan ayah dari 3 orang putri bernama Syakila, Aisyah, dan Sofia,” kata Jefferson Irwin Jauwena di rumah duka. “Almarhum Kapten Afwan mulai bekerja jadi pilot di maskapai Sriwijaya Air pada 24 November 2014.”

”Kami mendoakan agar almarhum Kapten Afwan agar diampuni segala dosanya. Dilipat gandakan balasan amal baiknya, dan diterima disisi oleh yang maha kuasa. Hari ini kami hantarkan langsung jenazah ke peristirahatan terakhir,” sambungnya. “Kami harap jenazah Kapten Afwan bisa beristirahat tenang di sisi Allah. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts