Luhut Klaim Belum Ada Laporan Varian Baru Virus Corona di Indonesia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut Luhut, jika varian baru COVID-19 ditemukan di Indonesia maka dampaknya akan fatal ke sektor perekonomian. Terlebih pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 masih minus.

WowKeren - Dunia kini tengah menghadapi varian baru virus corona (COVID-19) yang pertama ditemukan di Inggris. Varian baru itu disebut-sebut jauh lebih menular ketimbang COVID-19 yang pertama di temukan di Wuhan, Tiongkok.

Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Luhut Binsar Pandjaitan lantas mengaku mewaspadai varian baru tersebut. Menurut Luhut, jika varian baru COVID-19 ditemukan di Indonesia maka dampaknya akan fatal ke sektor perekonomian. Terlebih pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 masih minus.

"Jadi ekonomi secara global bukan hanya Indonesia, kita bisa lihat China itu recover dengan sangat cepat, sementara Indonesia tahun lalu kita tumbuh sekitar minus 1,8 persen," tutur Luhut, Rabu (3/2). "Dan tahun ini kita belum tahu, tapi di kuartal pertama kita bekerja keras untuk menangani varian baru ini dan mudah-mudahan kita tidak mendapatkannya."

Luhut mengaku sejauh ini masih belum ada laporan terkait kasus varian baru corona di Indonesia. Namun hal tersebut tak lantas membuat pemerintah lengah.


"Sampai hari ini saya mendapat laporan, pagi ini, bahwa kita belum ada varian baru," jelas Luhut. "Jadi kita harus berhati-hati dari varian baru ini."

Adapun varian baru Inggris ini telah ditemukan di sejumlah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Oleh sebab itu, Indonesia harus sangat waspada terkait masuknya varian baru ini.

Di sisi lain, Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Tjandra Yoga Aditama justru menduga kasus COVID-19 di Indonesia menembus angka satu juta karena varian baru virus corona telah masuk Tanah Air. Ia menilai, peningkatan kasus tersebut tidak hanya dikarenakan faktor adanya libur panjang akhir tahun yaitu libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Sekarang ada peningkatan satu juta kasus ini bisa gara-gara libur Natal Tahun Baru memang," kata Tjandra dalam Forum Diskusi Salemba Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), Rabu (27/1). "Tapi jangan-jangan, bukan tidak mungkin karena varian baru ini."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts