Hati-Hati! Bekasi Kembali Diteror Ular, Temukan Belasan Jenis Kobra dan Weling
SerbaSerbi

Belasan ular berhasil ditangkap warga Bekasi Timur pada Rabu (3/2) malam. 15 ekor di antaranya merupakan jenis ular kobra, sedangkan yang 3 adalah ular weling.

WowKeren - Teror ular kembali menghantui masyarakat. Seperti kejadian serupa pada November 2020 lalu, kali ini warga Bekasi Timur yang dibuat geger dengan temuan belasan ekor ular.

Tak main-main, hewan melata yang ditemukan warga kebanyakan berupa indukan dan merupakan jenis berbisa. Yang mendominasi adalah jenis ular kobra dan beberapa ekor ular weling.

"Ada 17 ular indukan dan 1 anakan yang sudah kami tangkap," kata Dedi Purmadi, warga Klaster Jasmine Perumahan Bekasi Timur Regency, Kota Bekasi, Kamis (4/2). "Selain ular kobra ada jenis ular lainnya yang ditangkap."

Namun Dedi mengungkap 18 ekor ular kobra ini bukan yang satu-satunya ditemukan. Sebab ditemukan pula 3 ekor ular weling, meski yang terbanyak masih jenis Kobra Jawa.

"Masih sama seperti beberapa waktu lalu, sekarang lebih banyak indukan," terang Dedi, dilansir dari Viva. Operasi penangkapan ini sendiri dilakukan warga bersama pawang ular pada Rabu (3/2) malam.


Penangkapan dilakukan usai warga mendapati banyak tanda-tanda ular di sekitar mereka. Mulai dari melihat seekor anakan ular kobra yang sedang melilit di pinggir kasur kamar warga hingga di beberapa lokasi lain.

"Warga juga melihat di kompor, mesin cuci, kamar mandi dan banyak warga melihat ular itu di mana-mana," jelas Dedi. "Tadi malam kami menangkap seluruh ular itu."

Sebagai pengingat, teror ular semacam ini beberapa kali terjadi di Indonesia. Bahkan di lokasi yang sama juga pernah terjadi pada November 2020 silam dengan munculnya puluhan ular kobra. Kejadian kala itu memaksa warga mengungsi.

Namun untuk informasi bagi pembaca WowKeren sekalian, ular-ular yang ditangkap seperti ini sebaiknya dipindahkan alih-alih dibunuh. Hal ini seperti dijelaskan oleh Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, Aji Rachmat, yang menyoroti soal keseimbangan rantai makanan yang bisa terganggu apabila hewan-hewan melata itu dibunuh.

"Ular ini harus dipindahkan kalau mengganggu karena kalau sampai dikurang populasinya maka makanannya bisa terjadi ledakan populasi," terang Aji, dilansir dari Republika. "Khawatirnya tahun depan jika kobra berkurang tidak ada lagi yang memburu tikus."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts