Bill Gates Ramal Dunia Bakal ‘Panen’ Pandemi, Ahli Wabah Setuju dan Ungkap Penyebab Utama
Dunia

Pendiri Microsoft Office Bill Gates meramalkan dunia akan menghadapi banyak pandemi di masa depan. Pernyataannya ini rupanya dikonfirmasi oleh ahli wabah yang menjelaskan penyebabnya.

WowKeren - Pendiri Microsoft sekaligus filantropi Bill Gates kerap vokal menyatakan pandangannya terkait pandemi virus corona. Dalam pernyataan terbarunya, ia meramalkan dunia akan menghadapi lebih banyak pandemi di masa depan.

Dalam wawancara dengan YouTuber Derrek Muller di channel Veritasium, Bill Gates memperingatkan masyarakat global untuk bersiap menciptakan sistem kesehatan agar bisa mengatasi ancaman pandemi. Ia menyebut pandemi bisa datang secara “ireguler”. Artinya, kita bisa terbuai dengan rasa aman dan berpikir tidak aka nada lagi pandemi di masa depan.

”Yah, pastinya bakal ada lebih banyak pandemi (di masa depan),” kata Gates pada Sabtu (6/2) lalu. “Cara manusia berinteraksi dengan spesies, virus-virus ini akan datang melintasi batasan spesies, entah itu kelelawar atau monyet.”

Gates memang sudah lama menyoroti sistem kesehatan global yang dianggap kurang siap dalam menghadapi pandemi. Pada 2015 lalu, Gates telah meramal bahwa bencana terbesar yang bakal membunuh jutaan orang di dunia bukanlah perang melainkan epidemi.

”Jika ada yang membunuh lebih dari 10 juta orang dalam beberapa dekade mendatang, kemungkinan besar itu adalah virus yang sangat menular daripada perang,” jelas Gates dalam acara TED Talks pada 2015 silam. “Bukan misil, namun mikroba.”

”Sekarang, alasannya adalah kita telah berinvestasi banyak untuk pencegahan nuklir,” sambungnya. “Namun, ternyata kita sedikit berinvestasi dalam sistem pengendali epidemi. Kita tidak siap untuk epidemi berikutnya.”


Ramalan Gates terkait banyaknya pandemi ini rupanya disetujui oleh para ahli epidemiologi. Para epidemiolog menganggap pernyataan Gates bukan hal kontroversial di bidang kesehatan. Senada dengan salah satu orang terkaya di dunia itu, para epidemiolog juga mendorong negara untuk terus memperkuat sistem kesehatan.

”Apa yang dikatakan Bill Gates bukan hal yang baru. Itu memang sesuai riset di bidang pandemi dan public health security," kata ahli epidemiologi dari Universitas Griffith, Dicky Budiman seperti dilansir dari Kumparan, Minggu (7/2). “Perlu diketahui, dalam 20 tahun terakhir ini, ada epidemi atau pandemi. Sejak 2021 ke depan ini, potensi adanya pandemi semakin besar.”

”Jenis virus, bukan jumlahnya, ya, jenis virus di Bumi ini ada 1,6 juta. Setengahnya, atau 800 ribuan, bisa berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia,” lanjutnya. “Dari 800 ribuan jenis virus itu, baru satu persen jenis yang diketahui manusia, dan sebagian besar belum diketahui oleh manusia. Dan mereka ada di alam ini.”

Setidaknya ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya banyak pandemi di masa depan. Diantaranya adalah pola hidup manusia, globalisasi, interkonektivitas, perubahan iklim, termasuk juga kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh perilaku manusia.

Pendapat serupa juga diutarakan oleh profesor epidemiologi di Universitas Liverpool, Matthew Baylis. Ia menjelaskan manusia telah menghadapi enam ancaman epidemi yang signifikan dalam 20 tahun terakhir. Keenamnya adalah SARS, MERS, ebola, flu burung, flu babi, dan virus corona.

”Kita menghindari lima peluru, tetapi peluru keenam berhasil menangkap kita,” kata Baylis seperti dilansir dari BBC. “Dan ini bukan pandemi terakhir yang akan kami hadapi, jadi kami perlu melihat lebih dekat pada penyakit satwa liar.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait