Pilih Perpanjang PSBB, Jakarta Klaim Sudah 'Curi Start' Lakukan PPKM Mikro Sejak Tahun Lalu
Nasional
PSBB Corona

DKI Jakarta kembali memperpanjang PSBB ketika pemerintah pusat menerapkan PPKM mikro mulai Selasa (9/2) besok. Rupanya DKI mengklaim sudah melakukannya terlebih dahulu.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 2 pekan. Dengan demikian, pelaksanaan pembatasan aktivitas ini berlangsung hingga Senin (22/2) mendatang.

"Kami teruskan seperti kebijakan kemarin. Jadi kebijakan yang sama seperti sejak awal," kata Anies dalam sebuah diskusi daring, Senin (8/2). Padahal, saat ini Indonesia akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro yang dimulai Selasa (9/2) besok. Lantas, bagaimana dengan di Ibu Kota?

Rupanya selama ini DKI Jakarta memang tidak menggunakan istilah PPKM seperti pemerintah pusat. Hanya saja untuk peraturan dalam pelaksanaannya mengacu kepada yang disampaikan oleh pemerintah pusat.

Pada kesempatan yang sama, Anies juga membahas perihal PPKM mikro yang akan diselenggarakan mulai besok namun malah lebih longgar ketimbang PPKM biasa. Ia pun mengaku bersyukur lantaran Ibu Kota sudah menerapkan pengetatan seperti PPKM mikro sejak sebelum diinstruksikan pemerintah.


Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, pembatasan mikro sudah diberlakukan sejak tahun lalu di Ibu Kota. Artinya, DKI Jakarta tak menerapkan PPKM mikro selayaknya yang diterbitkan di Instruksi Menteri Dalam Negeri nanti.

"Kami sudah punya pembatasan di kampung-kampung. Dan punya gugus tugas tingkat RW yang masih aktif," kata Anies, dilansir dari Tempo. "Jakarta mulai hari ini juga sudah diperpanjang hingga dua pekan ke depan."

Instruksi Mendagri soal pelaksanaan PPKM mikro memang telah diterbitkan dan ada beberapa pelonggaran. Seperti misalnya jam operasional pusat perbelanjaan yang diperpanjang sampai pukul 21.00, atau work from home yang berubah menjadi 50 persen jumlah pegawai.

Di sisi lain, pelaksanaan PPKM mikro merupakan tindaklanjut usai Presiden Joko Widodo menyampaikan evaluasinya soal pelaksanaan PPKM jilid 1 pada 11-25 Januari 2021. Menurut sang presiden, PPKM kala itu tak efektif dalam mengendalikan wabah COVID-19.

Selain PPKM, berbagai metode juga coba dilakukan di berbagai daerah untuk mengendalikan COVID-19. Seperti Ibu Kota yang beberapa waktu lalu dirumorkan akan melakukan lockdown pada akhir pekan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts