Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Soal Tudingan Jadi Bos Arogan, Ungkap Fakta dari Tweet Kontroversi
Instagram/pandji.pragiwaksono
Selebriti

Pandji Pragiwaksono akhirnya buka suara soal tweet-nya yang membuat publik menilainya sebagai bos buruk dan arogan. Pandji pun mengungkap fakta sebenarnya di balik Tweet tersebut.

WowKeren - Pandji Pragiwaksono menjadi sorotan warga Twitter karena sebuah cuitannya pada Sabtu (23/1) dini hari. Cuitan Pandji menuai banyak kritik karena dinilai bersikap menuntut dan tak segan memecat karyawan.

Pandji pun akhirnya memberikan klarifikasi mengenai fakta sebenarnya dari tweet kontroversialnya tersebut. Lewat salah satu vlog di channel YouTube Raditya Dika, Pandji pun membeberkan cerita di balik tercetusnya cuitan tersebut.

"Sungguh kehormatan besar gue kedatangan bos paling arogan di Indonesia. Jelasin dulu kenapa lo jadi bos paling arogan se-Indonesia?" ujar Radit dalam video yang ia unggah pada Selasa (9/2). "Gue tu nggak arogan ya, walaupun gue nggak menampik kalau orang merasa gue arogan," balas Pandji.

"Tapi kita bedah tweet-nya ya, bagian per bagian. '00.44 gue ngirimin kerjaan ke kantor' oke ini konteksnya jelas. Tapi kan yang bagiannya 'Enterpreneur Pandji itu beda dengan entertainer Pandji', kenapa harus ada itu?" tanya Radit lagi.


Faktanya, Pandji ternyata menulis tersebut untuk mengingatkan dirinya sendiri. Hal itu tentu saja jauh dari prasangka netizen yang selama ini beredar.

"Itu gue lagi ngomel-ngomel, mengomeli diri gue sendiri. Jadi gue lagi, 'Duh ngapain sih ini gue hari Minggu, jam 00.44, kenapa gue masih WhatsApp urusan kerjaan' gitu. Terus gue inget bahwa, orang itu banyak sekali yang ingin kerja sama gue karena dia pikir gue itu melucu setiap saat," jelas Pandji.

Pandji pun bercerita bahwa dirinya sempat memiliki pengalaman kurang menyenangkan saat merekrut fans sendiri sebagai pegawainya. Pasalnya, dalam urusan pekerjaan Pandji memiliki sikap yang amat jauh berbeda ketika tampil di panggun. Padni pun menulis tweet tersebut untuk menurunkan ekspektasi orang akan karakternya.

"Gue dulu melakukan kesalahan dengan ngerekrut orang yang ngefans sama gue dengan asumsi gue nggak perlu jelasin ulang gue kerjanya ngapain, mungkin dia termotivasi. Tapi gue sadari orang yang kerja sama gue itu ngarepnya gue lucu setiap saat. Apalagi kalau ngefans," tuturnya.

"Nah tweet itu, gue itu habis mikirin apa rasanya kerja sama gue, pasti nggak enak banget. Terus gue nge-tweet itu untuk nurunin ekspektasi orang terhadap gue gitu," pungkasnya.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts