Anomali Autothrottle SJ182, Bukti Dugaan Adanya Kerusakan Pesawat Sebelum Berangkat Benar?
Twitter/SAR_NASIONAL
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi NasDem Syarief Alkadrie meminta agar maskapai hingga pemberi regulasi harus bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu.

WowKeren - Komiter Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap detik-detik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu, Rabu (10/2) kemarin. Dalam laporannya disebutkan bahwa terdapat anomali tuas pengatur tenaga mesin (autothrotlle) diduga menjadi salah satu penyebab kecelakaan pesawat.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi NasDem Syarief Alkadrie menilai jika dugaan selama ini adanya kerusakan pesawat Sriwijaya Air SJ182 itu sebelum terbang ke Pontianak ternyata benar. Ia pun meminta agar pihak maskapai hingga pemberi regulasi harus bertanggung jawab terkait peristiwa ini.

"Kalau terjadi kerusakan seperti itu, seharusnya sebelumnya pasti ada, sudah sampai terjadi fatal itu sebelumnya pasti ada rentetan, itu yang harus kita ketahui. Tidak mungkin biasanya langsung rusak," kata Syarief, Rabu (10/2). "Artinya bahwa pemegang regulasi ini kita harapkan gimana untuk pengawasan secara ketat di dalam operasinya penerbangan ini."


"Sudut per sudut, baik maintenance, berapa jam terbang harus sudah overhaul, lalu persiapan pada saat penerbangan apakah semua komponen persyaratan itu sudah terpenuhi, termasuk fasilitas pesawat itu, termasuk SDM-nya pada saat itu fit atau tidak saat terbang, itu semua kan harus selalu diawasi," lanjutnya.

Ia pun meminta agar tidak ada lagi kesalahan fatal seperti ini. "Sekecil mungkin pun kita sudah harus antisipasi. Masalah yang lain itu kan ketentuan Yang Mahakuasa, tapi secara deteksi manusia, segala sesuatu memenuhi, termasuk jangka waktu pesawat harus jadi perhatian," imbuhnya.

Syarief juga mendesak Kemenhub membenahi pengawasan terhadap maskapai-maskapai penerbangan. "Iya maskapainya harus bertanggung jawab, pemegang regulasi kan harusnya sudah tahu gimana pengecekan pesawatnya, dilakukan tidak prosedur-prosedur itu. Kita minta ke Kemenhub pemegang regulasi ini harus turun tangan," ujarnya.

"Kalau terjadi hal itu apa sampai pada tindakan pemecatan ya lakukan, karena ini memang kita berharap ke depannya harus membenahi ini supaya kita harapkan kemarin ketika Lion sudah ingatkan, kita harap zero accident ke depan, gimana upaya agar tidak terjadi kejadian kejadian seperti ini," lanjutnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts