'Layla Majnun' Syuting Di Azerbaijan, Acha Septriasa Ceritakan Respon Positif Warga Setempat
Instagram/septriasaacha
Film

Film 'Lyla Majnun' yang diadaptasi dari karya penyair asal Azerbaijan telah tayang di Netflix pada 11 Februari 2021. Syuting film ini pun ikut mengambil latar tempat di Azerbaijan.

WowKeren - Sutradara Monty Tiwa mengaku sudah menyukai kisah cinta Layla Majnun sedari ia duduk di bangku SMA. Ia lantas mendapat kesempatan bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie sekitar dua atau tiga tahun yang lalu.

Ketika bertemu, Husnan mengutarakan bahwa pihaknya ingin membuat suatu karya yang bersifat budaya agar bisa membuat masyarakat Azerbaijan dan Indonesia mengenal lebih dekat. Monty yang berprofesi sebagai sutradara itu lantas terbesit niat untuk memproduksi film.

Selain karena kedekatan Monthy dengan sang dubes, cerita Layla Majnun memang diketahui berasal dari negara Azerbaijan. Monty pun sampai harus bolak-balik ke negara tersebut untuk menggali informasi soal kisah Layla Majnun dari berbagai pihak. Ia bahkan tetap mengambil latar tempat di negara Azerbaijan.

Saat menjalani syuting di Azerbaijan, Acha Septriasa mengaku mendapat respon positif dari warga setempat. Bahkan ibu satu anak ini mengatakan antusias mereka sangat tinggi saat melihat kru film "Layla Majnun" melakukan syuting.


Acha sendiri mengaku mendapat panggilan khusus dari warga setempat. Mereka memanggilnya dengan nama Layli.

"Sepanjang film saya ingat banget saya dipanggil 'Layli, Layli'. 'Are you gonna be Layli?'," terang Acha dikutip dari laman Kompas.com. "Aku bilang 'Ya saya berperan sebagai Layli'."

Dalam film ini, Acha Septriasa sendiri berperan sebagai Layla yang dijodohkan dengan Ibnu (Baim Wong). Ia lantas pergi ke Azerbaijan untuk menunaikan mimpinya mengajar di sana. Konflik mulai memanas tatkala Layla bertemu dengan Samir (Reza Rahadian).

Diketahui dalam film ini juga ada penduduk lokal Azerbaijan yang ikut memerankan salah satu tokoh. Pemeran lokal tersebut merupakan mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia sehingga komunikasi dengan kru bisa berjalan lancar.

Sementara itu, Reza Rahadian yang memerankan tokoh Azerbaijan mengaku tidak merasa sulit saat dituntut untuk berbicara dengan logat khas negara tersebut. Ia mengaku bisa lebih mudah memahami karakter Samir lantaran pernah berhadapan langsung dengan orang Azerbaijan.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts