Jusuf Kalla Merasa Diserang Buzzer, Ferdinand Hutahaean: Ya Jangan Bicara di Ruang Publik
Nasional

mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut jika tak mau dikomentari, maka lebih baik Jusuf Kalla tak berbicara di ruang publik melainkan di rumah saja.

WowKeren - Pertanyaan Jusuf Kalla soal cara mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi menuai pro dan kontra. Jusuf Kalla pun heran terhadap reaksi buzzer atas pertanyaan tersebut.

"Itu murni pertanyaan dan banyak menanggapinya secara berbeda beda, terutama buzzer-buzzer ini kan. Ini kesannya bertanya saja tidak boleh, apalagi mengkritik," tutur Jusuf Kalla pada Senin (15/2). "Padahal pertanyaan saya sederhana sekali, yaitu bagaimana caranya mengkritik?"

Keheranan Jusuf Kalla ini lantas ditanggapi oleh mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. "Saya pikir Pak JK yang sudah tidak siap berbeda argumen di ruang publik," tutur Ferdinand dilansir JPNN pada Selasa (16/2).

Menurut Ferdinand, setiap orang bebas berpendapat dan menyampaikan pemikirannya dalam dunia politik. Selain itu, Ferdinand juga menyebut menyampaikan pendapat di ruang publik seperti yang dilakukan Jusuf Kalla memang memiliki risiko untuk balik dikomentari.


"Menyampaikan pendapat di ruang publik seperti yang dilakukan Pak JK tentu punya risiko dikomentari oleh publik," kata Ferdinand. "Mungkin ada yang memuji dan ada juga yang komentar keras hingga menyerang."

Oleh sebab itu, Ferdinand menilai Jusuf Kalla tak perlu merasa diserang saat pernyataannya menuai respons pro-kontra. Ferdinand menyebut jika tak mau dikomentari, maka lebih baik Jusuf Kalla tak berbicara di ruang publik melainkan di rumah saja.

"Jadi Pak JK tidak perlu merasa diserang seperti itu, karena ini risiko berpendapat di ruang publik," pungkas Ferdinand. "Kalau tidak mau dikomentari, ya jangan bicara di ruang publik, di rumah saja. Di kamar pasti tak ada yang komentar."

Di sisi lain, Jusuf Kalla sebelumnya juga berharap agar semua pihak tak terlalu reaktif menanggapi pertanyaannya. Menurut Wakil Presiden RI periode 2014-2019 tersebut, penting dilakukan check and balancing agar roda pemerintahan berjalan secara demokratis.

"Apabila pemerintahan ingin berjalan secara demokratis, maka penting ada check and balancing," terang Jusuf Kalla. "Dan apa yang saya kemukakan itu berwujud pertanyaan dan itu wajar, bahwa bagaimana dong caranya mengkritik tanpa dipanggil polisi?"

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts