Jubir Satgas COVID-19 Bongkar 'Aib' PPKM: Tingkat Disiplin Pakai Masker Malah Turun
Instagram/wikuadisasmito
Nasional
PSBB Corona

Pelaksanaan PPKM tentu diharapkan mampu mengurangi tingkat penularan COVID-19 di masyarakat. Namun nyatanya tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker malah berkurang.

WowKeren - Pemerintah terus mengevaluasi berbagai kebijakan pengendalian wabah COVID-19 yang ditempuh. Termasuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tingkat kabupaten/kota yang dilakukan selama 2 jilid sejak 11 Januari 2021 kemarin.

Dan seolah mendukung kritikan Presiden Joko Widodo soal PPKM yang tidak efektif, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengungkap bahwa pelaksanaan kebijakan itu tak berdampak terhadap peningkatan kepatuhan masyarakat dalam memakai masker. Bahkan data Satgas mengungkap adanya penurunan jumlah kabupaten/kota yang lebih dari 75 persen warganya patuh mengenakan masker.

"Hal ini tentu sangat disayangkan," kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam konferensi persnya, Selasa (16/2). Namun beruntung dengan perubahan kebijakan menjadi skala mikro, seperti yang saat ini tengah dilaksanakan, terjadi peningkatan drastis dari segi kepatuhan memakai masker.

Peningkatan tingkat kepatuhan memakai masker ini tak lepas dari upaya pengawasan yang lebih ketat di lingkup yang lebih kecil. Karena itulah Wiku mendorong posko di daerah-daerah skala mikro bisa lebih aktif dalam mengawasi masyarakat, termasuk dari segi tingkat kepatuhan memakai masker.


Kendati demikian, bukan berarti pelaksanaan PPKM jilid 1 dan 2 kemarin tak membawa pengaruh positif. Sebab diungkap Wiku, tingkat kepatuhan daerah dalam menjaga jarak serta menghindari kerumunan mencapai lebih dari 75 persen selama pelaksanaan PPKM "skala makro" sebulan kemarin, bahkan jumlahnya bertambah tiap pekan.

Selain itu, PPKM Mikro juga disebut mampu menurunkan angka penambahan kasus mingguan secara drastis. "Sejalan dengan semakin meningkatnya kepatuhan, utamanya dengan kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan," tutur Wiku, dilansir dari Republika.

Namun penurunan ini juga tak lepas dari kondisi global. Wiku tak menampik jika saat ini kasus COVID-19 di dunia sedang menurun hingga 17 persen. Penurunan ini diimbangi dengan berkurangnya tingkat kematian serta keterisian tempat tidur.

"Saya kutip perkembangan COVID-19 yang disampaikan WHO bahwa kasus positif di tingkat global mengalami penurunan 17 persen pada minggu lalu. Hal ini juga dibarengi penurunan kematian sebesar 10 persen," kata Wiku.

"Ini sejalan dengan perkembangan penanganan di Indonesia," pungkas Wiku. "Pada beberapa minggu terakhir yang menunjukkan penurunan kasus positif dan penurunan keterisian tempat tidur."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts