BMKG Peringatkan Semua Provinsi di Pulau Jawa Siaga Banjir 18-19 Februari
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Keenam provinsi di Pulau Jawa yang dinyatakan siaga banjir tersebut adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini bahaya banjir untuk Pulau Jawa. Menurut BMKG, seluruh provinsi di Pulau Jawa berstatus siaga banjir pada 18-19 Februari 2021 besok.

Keenam provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. "Berlaku 18 Februari 2021 pukul 07.00 WIB s/d 19 Februari 2021 pukul 07.00 WIB," demikian kutipan keterangan BMKG.

Adapun BMKG memprediksi potensi hujan lebat kategori 6 di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Di Jakarta, kelima wilayah kota administrasinya berpotensi terjadi hujan lebat kategori 6 dan berdampak banjir.

Kemudian di Banten, wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat kategori 6 adalah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Di Jawa Barat, hujan lebat kategori 6 berpotensi terjadi di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.


Sementara di Jawa Tengah, ada sembilah kota yang berpotensi hujan lebat dengan dampak banjir. Antara lain emalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Kota Pekalongan, Kota Semarang, Temanggung, Semarang, dan Demak.

Di provinsi DIY, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Sleman, dan Bantul hanya berpotensi hujan lebat kategori 4. Sedangkan di Jawa Timur, ada 8 kota yang berpotensi hujan lebat dengan dampak banjir, yakni Lumajang, Probolinggo, Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan.

Sebelumnya, BMKG juga telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia pada periode 15-21 Februari 2021. BMKG mengungkapkan berdasarkan hasil analisis mereka, potensi pertumbuhan awan hujan meningkat di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Hal ini disebabkan oleh monsun Asia yang masih mendominasi wilayah Indonesia dan diperkuat oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di sebagian wilayah Tanah Air. "Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam keterangan tertulis.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts